BKSDA Padang Tangkap Harimau Sumatera yang Meresahkan Warga

Budi Sunandar ยท Rabu, 29 Agustus 2018 - 08:33 WIB
BKSDA Padang Tangkap Harimau Sumatera yang Meresahkan Warga

Harimau Sumatera yang ditangkap petugas BKSDA Padang bersama warga saat dimasukan dalam kerangkeng. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PADANG, iNews.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Padang menangkap seekor harimau Sumatera di kawasan tambang pabrik semen, Karang Putih, Kecamatan Lubuk Kilangan, Selasa (29/8/2018) malam. Harimau berukuran dua meter yang diperkirakan berusia dua tahun itu sebelumnya sempat memasuki permukiman dan memangsa ternak hingga membuat resah warga setempat.

Kasat Polhut BKSDA Kota Padang Zulmi mengatakan, awal penangkapan berdasarkan laporan masyarakat munculnya harimau di sekitar Desa Karang Putih. Petugas langsung menindaklanjuti dengan menangkap dan menyelamatkan harimau tersebut.

Dibantu warga setempat, petugas BKSDA yang memasang kamera pengintai berhasil mendeteksi keberadaan harimau di kawasan tambang pabrik semen. Petugas kemudian membidiknya dengan tembakan bius untuk bisa mengevakuasinya.

Usai terbius, petugas bersama warga menempatkannya dalam kerangkeng untuk dipindahkan ke kawasan konservasi milik BKSDA.

“Kondisinya (harimau) saat ini baik. Kami menyelamatkannya karena sudah masuk ke permukiman dan dianggap meresahkan,” kata Zulmi, Rabu (28/8/2018) dini hari.

Dia menilai, harimau yang masih berusia remaja itu masuk ke permukiman warga untuk mencari makanan. “Kemungkinan baru lepas dari induk dan sedang belajar berburu hingga keluar jauh dari habitatnya,” ujarnya.

Penangkapan harimau ini mendapat perhatian masyarakat sekitar. Mereka penasaran untuk melihat dari dekat sosok Harimau Sumatera tersebut. Sebelum penangkapan, harimau jantan itu telah memangsa tiga ekor kambing milik warga. Warga pun dibuat resah dan tidak berani ke ladang. Namun kini mereka bisa kembali tenang.

Untuk selanjutnya, harimau akan dirawat sementara di Kantor BKSDA sebelum dibawa ke Kebun Binatang Bukittinggi.


Editor : Donald Karouw