Datangi Polda Sumbar, Sejumlah Caleg Duga Kotak Suara Sengaja Dibakar

Budi Sunandar ยท Selasa, 23 April 2019 - 17:36 WIB
Datangi Polda Sumbar, Sejumlah Caleg Duga Kotak Suara Sengaja Dibakar

Sejumlah Caleg DPR RI dari beberapa parpol melaporkan kasus kebakaran kotak suara yang diduga disengaja ke Mapolda Sumbar, Selasa (23/4/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Sejumlah calon legislatif (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat (Sumbar) 1 mendatangi Mapolda Sumbar, Selasa (23/4/2019). Mereka melaporkan dugaan faktor kesengajaan dalam kejadian terbakarnya kotak surat suara di Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (22/4/2019) dini hari.

Sejumlah caleg DPR RI Dapil 1 yang ikut melapor di antaranya Caleg Partai Perindo M Tauhid, Caleg Partai Demokrat Efilindo, dan caleg Partai Berkarya, Andi Taswin. Kemudian, Caleg Partai NasDem Fauzi Bahar dan Endre Saiful.

Didampingi kuasa hukum mereka, Ibrani, mereka melaporkan, ada oknum yang tidak bertanggung jawab di balik peristiwa kebakaran gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

KPU setempat sebelumnya menyebutkan, ada 19 kotak suara yang hangus terbakar di gudang logistik di Koto Sebelas, Kecamatan Tarusan. Kotak suara tersebut berasal dari lima TPS wilayah tersebut.

BACA JUGA:

Ada 19 Kotak Suara Terbakar di Gudang KPU Pesisir Selatan

Gudang Logistik Kotak Suara di KPU Pesisir Selatan Sumbar Terbakar

Para caleg yang melapor merasa dirugikan akibat kejadian itu karena suara untuk mereka ada di dalam kotak-kotak tersebut. Mereka meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara jelas. Selain itu, meminta agar KPU menggelar pemungutan suara ulang (PSU).

“Kami sangat menyayangkan kebakaran pada malam tadi karena ini masih sedang dalam proses penghitungan surat suara di tingkat PPK, belum di tingkat kabupaten. Suaranya 30.000 lho. Berapa banyak caleg yang dirugikan karena kebakaran ini. Ini perlu dituntaskan pihak kepolisian, pihak berwajib,” kata Caleg DPR RI Partai Demokrat, Efilindo.

Senada dengannya, Caleg DPR RI Partai Berkarya, Andi Taswin mengatakan, kebakaran itu diduga disengaja oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dampaknya merugikan para caleg yang merasa memperoleh suara cukup tinggi dan berpeluang lolos menjadi anggota DPR RI.

“Kami menduga pembakaran ini disengaja. Tentu, ini sangat merugikan bagi kami yang berpeluang lolos ke DPR RI,” kata Andi Taswin.


BACA JUGA: 103 TPS di Sumbar Gelar Pemungutan Suara Ulang Sabtu 27 April Nanti


Selain ke Mapolda Sumbar, para caleg ini juga mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar. Mereka melaporkan dugaan penggelembungan surat suara oleh kepala daerah di Pesisir Selatan untuk kepentingannya. Hal ini merugikan para caleg dari partai lain yang maju ke DPR RI.

“Indikasi kecurangan ini sudah terlihat di awal-awal Pemilu ini. Sepertinya sudah ada penekanan-penekanan terhadap para camat oleh penguasa di Pesisir Selatan ini,” kata Efilindo.

Sementara Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Sumbar Eliyanti mengatakan, akan mengumpulkan data dan bukti untuk menindaklanjuti laporan dugaan pelanggarn Pemilu yang dilaporkan oleh sejumlah caleg tersebut.

“Kami akan menindaklanjuti laporan dari para caleg sesuai prosedur,” kata Eliyanti.


Editor : Maria Christina