Demi Bangun Penangkaran Penyu, Pemuda di Padang Jual 7 Vespa dan Mobil

Budi Sunandar ยท Senin, 03 September 2018 - 11:09 WIB
Demi Bangun Penangkaran Penyu, Pemuda di Padang Jual 7 Vespa dan Mobil

Salah satu anak penyu yang berada dalam penangkaran milik Pati Hariyose di Pasir Jambak, Padang. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PADANG, iNews.id – Bertekad menjaga lingkungan dan kepunahan penyu, seorang anak nelayan di kawasan Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mendirikan tempat penangkaran penyu sekaligus wisata edukasi.

Tak tanggung-tanggung, demi pembangunan penangkaran tersebut, dia bahkan mengeluarkan uang pribadi hingga menjual tujuh unit vespa dan mobilnya agar tempat konservasi penyu itu dapat tetap beroperasi.

Berbagai tantangan dan keterbatasan tak meruntuhkan semangat Pati Hariyose (35) anak nelayan yang menjadi pecinta penyu. Sejak lima tahun lalu, dia berjibaku menyambung napas penangkaran yang dikelolanya di kawasan Pasir Jambak, Kota Padang. Demi misi mulianya itu, dia harus merogoh kocek yang dalam.

“Biaya operasionalnya tidak sedikit. Saya bahkan harus menjual mobil dan vespa kesayangan,” kata Yose, Minggu (2/9/2018).

Lokasi penangkaran penyu milik Yose tak jauh dari rumahnya. Dia mendirikan bangunan kecil, di dalamnya terdapat tempat proses perkembangbiakan penyu. Mulai dari telur hingga menetas dan kemudian dilepaskan ke pantai. Berbagai jenis penyu ada di tempat ini, mulai dari penyu lekang, sisik, dan penyu belimbing.

“Saya juga membeli telur penyu yang ditemukan nelayan dan warga. Satu telurnya seharga Rp2.000 hingga Rp3.000. Dalam satu bulan, bisa membeli 1.000 telur dari warga untuk menjaga perkembangbiakannya,” ujarnya Yose.

Untuk menambah ongkos operasional, lokasi penangkaran ini dijadikan sebagai tempat wisata edukasi dengan memungut donasi dari para pengunjung seikhlasnya.

Meski penuh keterbatasan, namun lokasi penangkarannya sudah beroperasional sangat baik dalam lima tahun terakhr. Kini rencananya, dia akan menjual mobil dan satu unit sisa vespanya kesayangannya lagi demi keberlangsungan tempat konservasi penyu miliknya.

Diketahui, Pasir Jambak merupakan salah satu obyek wisata di Kota Padang. Pasir pantai di daerah itu berwarna putih kecokelatan dengan pohon cemara tumbuh subur dan rindang.

Saat petang, panorama matahari terbenam di sana amat menawan. Kawasan yang menjadi salah satu areal bertelur penyu lokal dan penyu pengembara ini terletak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, sekitar 24 kilometer (Km) arah utara pusat Kota Padang.


Editor : Donald Karouw