Diduga Akibat Arus Pendek, Kantor PPN di Padang Ludes Terbakar

Budi Sunandar ยท Minggu, 26 Agustus 2018 - 08:44 WIB
Diduga Akibat Arus Pendek, Kantor PPN di Padang Ludes Terbakar

Petugas berupaya memadamkan api yang membakar satu unit gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (26/8/2018). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PADANG, iNews.id - Diduga akibat arus pendek listrik, satu unit gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (26/8/2018) dini hari, ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kobaran api dengan cepat menghabiskan seluruh kertas arsip negara yang berada di dalam gedung yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Banyaknya material kertas dan tekstil di dalam ruangan gedung yang terbakar membuat api dengan cepat membesar dan sulit dipadamkan.

Pemadam Kebakaran Kota Padang menurunkan delapan unit mobil pemadam untuk menjinakkan si jago merah. Api pun berhasil dipadamkan setelah satu jam kemudian.

Hanya satu dari tiga blok atau ruangan kantor yang digunakan sebagai tempat penyimpanan arsip dan dokumen yang ludes terbakar. “Dari tiga blok hanya satu yang terbakar. Tadi kami langsung memutus alur listrik untuk mencegah api membakar dua blok lainnya,” kata Kabid Pemadam Kebakaran Kota Padang, Basril, saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (26/8/2018) dini hari.

Untuk sementara, diduga penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik. Namun polisi masih menyelidiki untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. “Untuk penyebab kebakaran nanti biar pihak yang berwajib (polisi) yang menyelidiki. Tapi dari dugaan sementara, kebarakan ini disebabkan oleh arus pendek,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dokumen negara di dalam kantor sebagian besar tidak bisa diselamatkan. Sementara, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.


Editor : Himas Puspito Putra