Diduga akibat Pencemaran, Ribuan Ikan di Sungai PLTA Koto Panjang Mati Mendadak

Okezone, Rus Akbar ยท Jumat, 25 Oktober 2019 - 07:50 WIB
Diduga akibat Pencemaran, Ribuan Ikan di Sungai PLTA Koto Panjang Mati Mendadak

Ribuan ikan mati di sungai. (Foto: Dok iNews).

PADANG, iNews.id - Ribuan ikan di hulu Sungai Maek di dekat PLTA Koto Panjang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), mati mendadak. Kondisi tersebut diduga lantaran adanya pencemaran air di wilayah tersebut.

Bangkai ikan terpantau sejak Minggu (20/10/2019). Mulai dari ikan kecil hingga berukuran sekitar satu meter, terpantau mengambang dan mengeluarkan bau menyengat di aliran sungai.

Hulu Sungai Maek merupakan salah satu sumber air yang mengisi waduk PLTA Koto Panjang. selain itu, waduk tersebut merupakan tempat mencari ikan oleh nelayan sekitar lokasi.

BACA JUGA: Ribuan Ikan Mati Misterius, Warga Pesisir Ambon Khawatir Terjadi Tsunami

Wali Nagari Tanjuang Pauah, Taufik mengatakan, kematian ikan-ikan di sungai Maek harus segera ditangani. Jika tidak, akan berdampak luas terhadap para nelayan sekitar yang mengkonsumsi ikan hasil tangkapan di Waduk PLTA Koto Panjang.

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pemerintah Provinsi Sumbar segera turun ke lokasi kematian ribuan ikan untuk menyelidiki penyebab kematian ikan-ikan,” kata Taufik, Kamis (24/10/2019) sore.

BACA JUGA: Cegah Penyakit, Ribuan Ikan Mati di Laguna Pantai Trisik Dikuburkan

Ketua Kelompok Nelayan Kampuang Tarandam, Mushadi mengatakan, penyebab kematian ikan-ikan tersebut dikhawatirkan akibat pencemaran di perairan sungai. Karena itu, pemerintah diminta segera bertindak menanganinya.

Direktur WALHI Sumbar, Uslaini mengatakan, telah merespons cepat laporan warga tersebut. Pihaknya sudah menurunkan tim kelapangan melakukan pengecekan dan pengambilan sample air, lumpur dan ikan yang mati di sana 

"Sample yang diambil akan diteliti di laboratorium guna mengetahui penyebab kematian ribuan ikan di hulu Sungai Maek tersebut," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal