Gempa Solok Selatan, 500-an Rumah Rusak dan 30.000 Warga Mengungsi

Budi Sunandar ยท Jumat, 01 Maret 2019 - 09:47 WIB
Gempa Solok Selatan, 500-an Rumah Rusak dan 30.000 Warga Mengungsi

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman. (iNews/Budi Sunandar)

SOLOK SELATAN, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) setelah dimutakhirkan yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menimbulkan dampak kerusakan yang cukup besar. Infrastruktur di tiga kecamatan nyaris lumpuh, ratusan rumah rusah dan 30.000-an warga memilih mengungsi di tenda darurat.

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan, ketiga kecamatan yang terdampak kerusakan akibat bencana gempa ini yakni Kecamatan Sangir Balal Janggo (Nagari Sungai kunyit, Sungai Kunyit Barat, Talunan Maju), Kecamatan Sangir Batang hari (Nagari Ranah Pantai Cermin) dan Kecamatan Sangir Jujuan (Nagari Lubuk Malako).

“Yang paling parah di sini (Kecamatan Sangir Balal Janggo). Sekitar 90 persen rumah warga rusak. Mereka juga memilih tinggal di tenda dan belum berani kembali ke rumah,” ujar Rahman saat meninjau warga pengungsian, Kamis (1/3/2019) malam.


BACA JUGA:

Stok Menipis, Korban Gempa Solok Selatan Belum Terima Bantuan Logistik

Gempa Solok Selatan: 48 Terluka dan 343 Rumah Rusak, Ini Sebarannya


Dia mengungkapkan, saat ini kebutuhan mendesak para warga di lokasi pengungsian yakni bantuan logistik. Selain itu juga penambahan tenda darurat untuk tempat tinggal sementara.

“Hitungan sementara ada lebih dari 500 rumah yang terdampak gempa dan 30.000 warga mengungsi,” ucapnya.

Pemkab dan BPBD Solok Selatan menitikberatkan penanganan kesehatan korban gempa yang berada di pelosok. Sejumlah tim medis telah diturunkan ke lokasi yang susah untuk ditempuh.

Diketahui, wilayah Solok Selatan diguncang dua kali gempa pada Kamis (28/2/2019). Gempa pertama terjadi pukul 01.55 WIB dengan kekuatan 4,8 SR dan 5,6 SR pukul 06.27WIB yang dimutakhirkan menjadi 5,3 SR. Gempa ini awalnya sempat diberitakan terjadi di Kabupaten Pasaman.


Editor : Donald Karouw