Gempa Solok Selatan, Pemkab Taksir Nilai Kerugian Capai Rp25,6 Miliar

Antara ยท Sabtu, 02 Maret 2019 - 07:48 WIB
Gempa Solok Selatan, Pemkab Taksir Nilai Kerugian Capai Rp25,6 Miliar

Seorang lansia korban gempa yang mengalami luka di bagian kepalanya berbaring di lokasi pengungsian di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Kamis (28/2/2019). (Foto: ANTARA/Handout/Humas Solok Selatan/Bustanu Ilmi)

PADANG, iNews.id – Dampak kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019), cukup besar. Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat memperkirakan, taksiran nilai kerugian materiel yang ditimbulkan mencapai angka Rp25,6 miliar.

"Setelah pendataan pasca-gempa, terdapat 479 unit rumah rusak beserta 15 unit fasilitas umum dari rusak ringan hingga berat. Taksiran kerugiannya sekitar Rp25,6 miliar," ujar Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Jumat (1/3/2019).

Dia memaparkan, kerusakan bangunan terbanyak dialami Nagari Sungai Kunyit dan Sungai Kunyit Barat yang ditaksir masing-masing Rp8,4 miliar. Kemudian Ranah Pantai Cermian Rp4,1 miliar. Selanjutnya di Nagari Talunan Maju Rp2,6 miliar, Nagari Bidar Alam Rp1,1 miliar, Nagari Lubuk Malako Rp634 juta dan Nagari Talao Rp115 juta.

Hingga Jumat (1/3/2019) malam, tercatat 116 unit rumah rusak berat, 152 rusak sedang dan 211 rusak ringan. Kerusakan bangunan paling banyak terjadi di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Selain itu juga ada fasilitas umum yang rusak berupa sekolah tujuh unit, sarana ibadah dan kesehatan masing-masing tiga unit serta kantor pemerintah dan kios pasar masing-masing satu unit.


BACA JUGA:

Gempa Solok Selatan, Pemkab Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat

Gempa Solok Selatan, 500-an Rumah Rusak dan 30.000 Warga Mengungsi


Muzni menambahkan, rumah dengan kerusakan parah akan dibantu oleh Kementerian PUPR dan mereka sudah mengerahkan timnya.

"Dirjen Perumahan sudah menerjunkan langsung petugas ke lapangan untuk mendata rumah yang akan dibantu. Tetapi kalau mereka butuh data kami juga ada," katanya.

Bupati juga berterima kasih karena pemerintah pusat memberikan respons cepat terhadap bencana Solok Selatan dan berniat membantu warganya. Jika ada donatur lain yang ingin membantu, pihaknya (Pemkab Solok Selatan) siap memfasilitasi dengan data kebutuhan utama masyarakat saat ini.

Selain itu, bupati juga meminta petugas lapangan untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat korban gempa seperti tenda makanan dan lainnya. Khususnya mereka yang saat ini tinggal di lokasi pengungsian.

"Kebutuhan masyarakat menjadi yang utama dan itu harus tersedia," ucapnya.

Diketahui, selain kerugian materiel, bencana gempa ini juga menimbulkan sejumlah korban luka. Tercatat ada 61 warga yang menjalani perawatan karena menderita luka saat musibah tersebut. Para korban ini tersebar di tiga kecamatan.


Editor : Donald Karouw