Gempa Solok Selatan, Pemkab Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat

Rus Akbar, Budi Sunandar ยท Jumat, 01 Maret 2019 - 10:43 WIB
Gempa Solok Selatan, Pemkab Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman (kanan) melihat kondisi korban gempa bumi di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kamis (28/2/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Handout/Humas Solok Selatan/Bustanu Ilmi)

SOLOK SELATAN, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan menetapkan 14 hari masa tanggap darurat bencana akibat gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR), Kamis (28/2/2019). Penetapan status ini untuk mempercepat penanganan terhadap para korban.

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan masyarakat yang kini tinggal di lokasi pengungsian sangat membutuhkan bantuan logistik. Selain itu juga penambahan tenda darurat untuk lokasi tempat tinggal sementara.

"Selama masa tanggap darurat, kami akan menyediakan kebutuhan logistik untuk warga yang mengungsi,” ujarnya, Kamis (1/3/2019).


BACA JUGA:

Gempa Solok Selatan, 500-an Rumah Rusak dan 30.000 Warga Mengungsi

Stok Menipis, Korban Gempa Solok Selatan Belum Terima Bantuan Logistik


Pemkab dan BPBD Solok Selatan menitikberatkan penanganan kesehatan korban gempa yang berada di pelosok. Sejumlah tim medis telah diturunkan ke lokasi yang susah untuk ditempuh.

Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Selatan Johny Hasan Basri mengungkapkan, penetapan status tanggap darurat ini karena banyaknya kerusakan yang disebabkan gempa berkekuatan 5,3 SR tersebut.

Dia menilai, banyaknya rumah warga yang rusak akibat kontruksinya yang tidak tahan gempa. Rata-rata rumah masyarakat di bawah standar sehingga kalau gempa mudah rusak. Apalagi daerah tersebut belum penah kena gempa.

Basri menambahkan, selama masa tanggap darurat, bupati telah menginstruksikan semua organisasi perangkat daerah untuk membantu korban bencana.

"Bagi pejabat yang ada di lokasi gempa, bantu beri motivasi kepada masyarakat yang sudah kehilangan rumah akibat gempa," ucapnya.

Selain itu, bupati juga meminta semua tenda yang ada, baik milik BPBD, Dinas Sosial, maupun PMI dan Pramuka, harus dibawa ke lokasi bencana untuk menampung sementara para korban.

Diketahui, wilayah Solok Selatan diguncang dua kali gempa pada Kamis (28/2/2019). Gempa pertama terjadi pukul 01.55 WIB dengan kekuatan 4,8 SR dan 5,6 SR pukul 06.27WIB yang dimutakhirkan menjadi 5,3 SR. Gempa ini awalnya sempat diberitakan terjadi di Kabupaten Pasaman. Pendataan sementara, sedikitnya 500-an rumah rusak dan 30.000 jiwa mengungsi.


Editor : Donald Karouw