Hilal Terlihat Kasat Mata, Jemaah Syattariyah Mulai Puasa Hari Ini

Okezone, Rus Akbar ยท Selasa, 07 Mei 2019 - 09:43 WIB
Hilal Terlihat Kasat Mata, Jemaah Syattariyah Mulai Puasa Hari Ini

Ilustrasi penampakan hilal. (Foto: AFP).

PADANG, iNews.id - Jemaah Syattariyah di Sumatera Barat (Sumbar) baru memulai ibadah puasa hari ini, Selasa (7/5/2019). Hal ini lantaran hilal baru bisa dilihat kasat mata pada Senin kemarin sore di 15 titik wilayah Sumbar.

Ulama Tarekat Syattariyah, Tuanku Ali Amran mengatakan, setelah melihat bulan secara kasat mata (manilkiak bulan), sidang isbat langsung digelar di Masjid Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman.

"Kami kemarin di Pantai Ulakan sudah melihat hilal pada sore hari dimulai sejak Pukul 17.00 WIB sampai Magrib, hasilnya bulan nampak dan memutuskan 1 Ramadan jatuh pada hari ini," kata Ali Amran kepada wartawan, Selasa.

BACA JUGA: Yakini Ramadan Besok, Aliran Aboge di Banyumas Belum Berpuasa

Untuk melihat bulan, pihaknya mengamati hilal di 15 titik yang ada di beberapa kabupaten di Sumbar. Di antarnya Pantai Ulakan, Koto Tuo, Tanah Datar, Agam, Pesisir selatan, Solok, Pesisir Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan lainnya.

"Bulan terlihat di seluruh titik pengamatan itu. Laporan dari seluruh titik pengamatan, bulan tampak. Sehingga, tadi malam langsung dilaksanakan Salat Tarawih," katanya.

Ali menambahkan, metode melihat bulan ini dinamakan hisab Taqwim Khamsiah, berdasar metode hisab ini, kalender 29 Syaban bertepatan dengan Senin (6/5/2019). Meski begitu, hilal sudah terlihat jadi awal Ramadan sudah dipastikan.

BACA JUGA: Jemaah Naqsabandiyah di Padang Sudah Mulai Puasa Hari Ini

"Kalau hilal sudah terlihat, keesokan harinya langsung puasa. Bila tidak, Syaban dicukupkan 30 hari," ujarnya.

Begitu juga saat menentukan Idul Fitri, ketika sudah 29 hari puasa, sore hari akan melihat bulan. Jika bulan terlihat, hari raya keesokan harinya. Namun jika tidak, maka akan dibulatkan puasa 30 hari.

Tarekat Syattariyah ini disiarkan oleh Syekh Burhanuddin pada abad ke-17. Syattariyah merupakan pengembang Islam pertama dari pesisir barat Sumbar, sampai saat ini tarekat ini terus berkembang di wilayah pelosok.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal