HT: Masyarakat Bawah Harus Dilindungi dari Ekonomi Pasar Bebas

Okezone ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 23:55 WIB
HT: Masyarakat Bawah Harus Dilindungi dari Ekonomi Pasar Bebas

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam acara pembekalan dan konsolidasi caleg Perindo di Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/2/2019). (Foto: Okezone).

PADANG, iNews.id – Kesenjangan masyarakat masih jadi persoalan krusial di Indonesia. Jurang antara kaya dan miskin terjadi salah satunya karena negara menganut sistem ekonomi pasar bebas atau kapitalisme.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, saat ini ekonomi masyarakat Indonesia masih sangat lambat untuk maju. Padahal Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) produktif dan sumber daya alam (SDA) berlimpah.

”Saat ini ekonomi kita di peringkat 100-an, sementara negara yang di bawah peringkat kita lebih cepat maju,” kata HT saat pembekalan dan konsolidasi caleg Partai Perindo di Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/2/2019).

HT menuturkan, negara terlalu cepat membuka pasar bebas yang menganut sistem kapitalis. Dampaknya, yang kuat tetap kuat dan yang lemah tetap saja lemah. 

BACA JUGA: HT: Pariwisata dan Properti Harus Jadi Sektor Prioritas Ekonomi

HT kemudian mencontohkan banyaknya situs belanja online yang menjual segala macam produk asing. Hal ini membuat produk lokal menjadi sulit berkembang. Menurut HT, persoalan mendasar tersebut harus dicarikan jalan keluar.

“Bagaimana mengatasi masalah ini? Harus ada kebijakan-kebijakan yang membatasi penjualan, di mana kalau masyarakat lokal menjual barang 'ini', maka penjual asing tidak boleh sehingga ada keseimbangan. Kemudian, barang dari luar juga harus dikenai biaya masuk, tidak boleh sembarang. Ini dalam rangka menguatkan usaha lokal,” ucap HT.

Pria asal Surabaya ini menegaskan, kalau Perindo menang dan banyak caleg yang menjadi anggota legislatif, tentu itu akan mempengaruhi berbagai kebijakan. Menurut dia, ada dua yang bisa mempengaruhi negara ini, legislatif dan eksekutif.

"Kita fokus menyejahterakan masyarakat karena akar permasalahaan ada di sini. Kalau perolehan suara (Perindo) sedikit, bagaimana kita mempengaruhi kebijakan. Makanya ada pembekalan dan perspektif yang sama tentang tujuan partai kita," kata HT.


Editor : Zen Teguh