Hujan Kembali Guyur Kabupaten Limapuluh Kota, Banjir Tambah Parah

Wahyu Sikumbang ยท Senin, 05 November 2018 - 11:01 WIB
Hujan Kembali Guyur Kabupaten Limapuluh Kota, Banjir Tambah Parah

Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

LIMAPULUH KOTA, iNews.id - Hujan yang kembali mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Senin (5/11/2018) dini hari membuat Sungai Batang Sinama meluap. Selain mengenangi permukiman dengan ketinggian satu meter lebih, luapan banjir juga menggenangi jalan dan merusak lahan pertanian. Aktifitas warga di Senin pagi pun terganggu.

Hujan deras masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, hingga pagi ini. Akibatnya sejumlah ruas jalan tergenang air. Di Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, selain merendam ruas jalan, banjir juga merendam permukiman dan lahan pertanian.

Walinagari Bukik Limbuku, Dodi menyebutkan, sedikitnya ada sekitar 20 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter. Akibatnya, aktivitas warga pun jadi terganggu.

Menurutnya, banjir yang melanda kawasan ini kerap terjadi. Setiap hujan deras di hulu, hanya dalam beberapa jam setelah itu, kawasan ini langsung tergenang banjir.

BACA JUGA:

Begini Detik-Detik Banjir Bandang Hanyutkan Jembatan di Kota Padang

Banjir 1,5 Meter Terjang 6 Kecamatan di Kota Padang, 3 Orang Hilang


“Rumah yang terendam kira-kira 20 rumah. Ketinggian air lebih kurang satu meter. Akibatnya pergi kerja pergi ke ladang ke sawah jadi terganggu. Ini sudah sering terjadi tiap tahun sudah rutin tiap tahun kami rasakan,” kata Dodi, Senin (5/11/2018).

Banjir yang diakibatkan oleh hujan deras ini, membuat Sungai Batang Sinama meluap. Sejumlah rumah di pinggiran sungai yang terendam hingga warga terpaksa mengungsi.

Warga yang rencananya akan kembali ke rumah Senin pagi, terpaksa bertahan di pengungsian di tenda darurat yang didirikan pemerintah di sekitar jembatan. Saya sejak pagi tadi ke sini karena rumah di bawah sana kebanjiran. Air sampai setinggi dada. Ini karena hujan tiga empat hari membuat banjir,” ucap salah seorang korban banjir, Fajriati.

Saat banjir menerjang kawasan itu, tiga hari lalu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah mendirikan sejumlah mendirikan tenda pengungsian, dan termasuk dapur umum. Warga yang terdampak banjir juga menumpang di rumah sanak familinya, serta di rumah ibadah terdekat yang tidak terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir menyebutkan, selain Kecamatan Harau, banjir juga melanda Kecamatan Mungka, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kapur Sembilan dan Kecamatan Luhak. “Kami saat ini masih melakukan pendataan rumah jalan dan lahan pertanian yang terdampak banjir,” ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra