Innova Masuk Jurang Sedalam 100 Meter di Agam, 1 Tewas dan 2 Korban Masih Hilang

Antara ยท Senin, 10 Juni 2019 - 10:55 WIB
Innova Masuk Jurang Sedalam 100 Meter di Agam, 1 Tewas dan 2 Korban Masih Hilang

Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Okezone)

BUKITTINGGI, iNews.id – Mobil Kijang Innova jatuh ke dalam jurang sedalam 100 meter di wilayah PLTA Batang Agam, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (9/6/2019) malam. Akibatnya satu orang tewas dan delapan lainnya luka-luka. Sementara itu, dua korban belum ditemukan.

Korban yang meninggal bernama Putri Najwa (7). Sementara kedua korban yang belum ditemukan atas nama Deva (6) dan Mulyati (56).

”Pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB kami lanjutkan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan bersama tim gabungan,” kata Kapolsek Baso Iptu Adrianto mengatakan, Adrianto, Senin (10/6/2019).

BACA JUGA:

Mobil Angkut Sejumlah Prajurit TNI Masuk Jurang di Aceh, 1 Meninggal dan 6 Luka

Minibus Keluar Jalur dan Masuk Parit di Tol Cipali, 1 Tewas dan 8 Terluka

Delapan korban lain yang selamat telah berhasil dievakuasi dalam kondisi luka berat dan luka ringan. Adapun para korban yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Payakumbuh yakni, Yesi Novita (40), Khairani (9), Putri Hidayah (11), Intan Okti Syaputri (23), M Alvin (19), Syafril (60), Rasyid Akbar (18). Seorang lagi, relawan yang terluka saat membantu evakuasi, Arsil (40).

Kecelakaan tunggal Kijang Innova bernomor polisi BA 1751 BP itu terjadi saat mobil melaju arah Payakumbuh menuju Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar. Sekitar pukul 21.10 WIB, mobil yang diperkirakan berpenumpang 10 orang itu masuk jurang sedalam sekitar 100 meter di wilayah PLTA Batang Agam.

Koordinator Lapangan Bukittinggi Rescue Team Feri Mulyadi menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rombongan yang mengalami kecelakaan hendak pulang menuju Koto Baru setelah berlebaran di Payakumbuh.

“Mobil baru selesai dievakuasi dari dasar jurang jelang subuh, Senin (10/6/2019) sekitar pukul 4.30 WIB,” ujarnya.

Feri mengatakan, selama proses evakuasi korban, petugas menemukan hambatan disebabkan medan yang sulit dengan kondisi licin, penerangan kurang, dan arus sungai yang deras. Kondisi tersebut juga menyebabkan seorang relawan yang ikut membantu harus mendapatkan pertolongan pertama.


Editor : Maria Christina