Istri Kapak Suami hingga Tewas, Mayatnya Dikubur di Belakang Rumah

Budi Sunandar ยท Selasa, 03 September 2019 - 11:27 WIB
Istri Kapak Suami hingga Tewas, Mayatnya Dikubur di Belakang Rumah

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir menjelaskan kasus pembunuhan yang dilakukan seorang istri kepada suaminya di Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Selasa (3/9/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

DHARMASRAYA, iNews.id – Sari Isa Laiya (46), nekat membunuh suaminya Tehe Zoko Yawa (47), dengan kapak di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Mayatnya lalu dikuburkan di belakang rumahnya di kompleks perumahan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SAK.

Peristiwa itu terjadi dua bulan lalu, tepatnya pada 23 Juni 2019 malam. Namun, aksi pelaku baru terbongkar pada Senin, 2 September 2019. Petugas Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya telah menangkap tersangka Sari Isa Laiya (46) dan saat ini masih dalam pemeriksaan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir mengatakan, pembunuhan itu terungkap setelah salah satu keluarga korban melapor ke polisi. Keluarga mendapat informasi dari tetangga bahwa korban dibunuh oleh istrinya. Bahkan, tetangga korban menyebutkan mayat Tehe Zoko Yawa dikubur di belakang rumahnya.

“Sekitar tiga hari empat hari lalu, ada informasi yang bersangkutan dibunuh dan sudah dikuburkan. Akhirnya pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Kami turun ke lapangan dan kami cek, memang kami temukan di sana ada gundukan tanah dan masih baru, seperti tanah kuburan,” kata Kapolres di Mapolres Dharmasraya, Selasa (3/9/2019)


BACA JUGA: Istri Bunuh Suaminya saat Tidur karena Ketakutan Sering Diancam 5 Bulan Terakhir 


Polisi kemudian membongkar kuburan tersebut dan menemukan mayat korban dengan luka bekas kapak di kepala. Mayat tersebut selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Dari penemuan itu, polisi kemudian meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan.

“Kami akhirnya menetapkan tersangka, yaitu istri korban dan langsung kami tahan,” kata Imran.

Selama ini, kasus tersebut tidak diketahui karena lokasi rumah korban jauh dari rumah tetangga-tetangganya. Jarak setiap rumah juga jauh karena memang berada di kawasan perkebunan.

“Makanya masyarakat lingkungan sekitar juga tidak tahu kalau ada kejadian itu di rumah itu. Tapi ternyata ada masyarakat yang mengetahui karena memang korban pegawai di PT SAK,” kata Kapolres Dharmasraya.

Sementara menurut pengakuan tersangka, dirinya nekat membunuh suaminya karena korban sering pulang dalam keadaan mabuk dan memukuli tersangka. Karena tidak tahan dianiaya, tersangka nekat membunuh korban dengan menggunakan kapak, lalu mengubur jasadnya di belakang rumah.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” katanya.


Editor : Maria Christina