Jadi Korban Salah Tembak Polisi, Iwan Terima Kompensasi Rp300 Juta

Antara ยท Selasa, 06 November 2018 - 20:57 WIB
Jadi Korban Salah Tembak Polisi, Iwan Terima Kompensasi Rp300 Juta

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

PADANG, iNews.id – Iwan Mulyadi korban salah tembak oknum polisi pada 2006 silam mendatangi Mapolda Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (11/6/2018). Ditemani sang ayah Nazar (55), warga Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya menerima uang ganti rugi atau dana kompensasi sebesar Rp300 juta dari Polri setelah 12 tahun lamanya.

"Kami sangat berterima kasih atas iktikad baik polisi dengan membayarkan uang ganti rugi karena bantuan ini sangat berarti bagi klien kami (Iwan)," kata Koordinator Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumbar Wengki Purwanto, yang jadi pendamping hukum Iwan Mulyadi, di Padang, Selasa (6/11/2018).

Dana kompensasi itu diserahkan langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal. Setelah menerima uang ganti rugi, Iwan langsung pulang dari Padang menuju kampung halaman di Pasaman Barat.

Uang yang diterimanya akan dijadikan sebagai modal membuka usaha untuk menghidupi ekonomi keluarganya. Mengingat setelah kejadian penembakan pada 2006 silam, Iwan mengalami lumpuh permanen.


BACA JUGA:

Seorang Gadis Diduga Jadi Korban Salah Tembak Oknum Polisi di Ketapang

Dikira Ayam Hutan, Guru SD di Pekalongan Tewas Ditembak Temannya


Diketahui, Iwan merupakan korban salah tembak yang dilakukan Briptu Nofrizal, anggota Polsek Kinali, Pasaman Barat, pada 29 Januari 2006. Kejadian itu berawal dari adanya laporan tindak pidana perusakan rumah milik Edi (50), warga Jorong Tanjuang Medan, Kinali, Pasaman Barat, Sumbar, yang diduga dilakukan oleh korban Iwan Mulyadi dan temannya Aken.

Berbekal surat perintah No: Pol.SP.Dik/01/1/2006/Res Kinali tanggal 20 Januari 2006, Briptu Nofrizal sebagai Kanit Reskrim diduga gegabah menembakkan senjata revolver ke tubuh Iwan dan tepat mengenai pinggang sebelah kiri tembus ke rusuk kanan atas.

Kasus salah tembak itu pun langsung diperkarakan. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pasaman Barat No: 04/Pdt.G/2007/PN-PSB yang dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Padang No: 56/PDT/2009/PT.PDG, dan putusan MA No: 2710K.PDT/2010 pada tanggal 19 Mei 2011. Anggota Polsek Kinali Briptu Nofrizal dinyatakan bersalah melakukan penembakan terhadap Iwan Mulyadi, dan dihukum satu tahun enam bulan, serta sanksi indisipliner.

Sementara uang ganti rugi sebesar Rp300 juta itu menjadi kewajiban polisi berdasarkan putusan MA Nomor: 2710 K/PDT/2010.


Editor : Donald Karouw