Jalinsum Padang-Jambi Kembali Longsor, 4 Mobil Tertimpa dan 1 Tewas

Budi Sunandar ยท Jumat, 14 Desember 2018 - 08:05 WIB
Jalinsum Padang-Jambi Kembali Longsor, 4 Mobil Tertimpa dan 1 Tewas

Sejumlah mobil tertimpa longsor di jalur lintas Sumatera di Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Padang, Sumbar, Jumat dini hari (14/12/2018). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Longsor kembali terjadi di jalur lintas Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat-Jambi, tepatnya di Panorama Dua, Sitinjau Lauik yang berbatasan dengan Kabupaten Solok. Longsor diperkirakan menimpa empat mobil. Musibah tersebut juga menewaskan satu korban jiwa dan empat lainnya luka-luka.

Longsor terjadi pada Kamis (13/2/2018) malam pukul 23.00 WIB, di saat jalur Panorama Dua, Sitinjau Lauik, masih dalam kondisi macet dan mengalami peningkatan arus akibat pengalihan jalan Padang-Bukittingi sejak Senin yang lalu. Kurang lebih 20 meter ruas jalan tertutup material longsor dengan ketinggian mencapai 2 meter.

BACA JUGA:

Akses Jalinsum Padang-Jambi Terputus akibat Longsor, 1 Mobil Terseret

Longsor di Tobasa Sumut, Ini Identitas 8 Korban Tewas yang Dievakuasi

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, menyebutkan, musibah longsor menyebabkan lima korban yang merupakan penumpang mobil. Satu di antaranya meninggal dunia, satu dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya luka-luka.

Dari pantauan iNews, Jumat dini hari (14/12/2018), longsor tampak menimbun badan jalan. Material longsor berupa gundukan tanah bukit dan pohon serta batu ini menghantam satu unit truk jenis fuso, satu bus antarprovinsi bermerek Dinding Family Raya, satu unit minibus keluarga, dan diduga satu unit sedan juga ikut tertimbun.

“Saya ditelepon oleh masyarakat memberitahu terjadi tanah longsor. Infomasi yang saya peroleh, ada sejumlah mobil tertimpa longsor dan ada truk yang masuk jurang. Korban sudah dibawa dengan ambulans tadi,” kata relawan kebencanaan, Temi.

Temi mengatakan, evakuasi terus dilakukan meskipun dalam keadaan cuaca yang tidak mendukung lantaran masih hujan lebat. Sementara bukit di lokasi kejadian masih labil dalam kondisi yang masih sangat rawa longsor.


Editor : Maria Christina