Jalur Padang-Solok Masih Terputus akibat Longsor di Panorama Dua

Budi Sunandar ยท Jumat, 14 Desember 2018 - 09:36 WIB
Jalur Padang-Solok Masih Terputus akibat Longsor di Panorama Dua

Material longsor menutupi badan jalinsum kawasan Panorama Dua, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Jumat (14/12/2018) dini hari. Longsor menyebabkan jalur Padang-Solok terputus. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Jalan lintas Sumatera penghubung Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar)-Jambi di kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, belum bisa dilalui hingga Jumat (14/12/2018) pagi, setelah musibah longsor pada Kamis (13/12/2018) malam. Akses jalan dari Kota Padang-Kabupaten Solok pun terputus karena material longsor menutupi badan jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, material longsor masih menimbun jalur lintas Sumatera Panorama Dua, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Lebarnya sekitar 30 meter dan tingginya hingga 3 meter. Sejumlah pohon yang tumbang juga menutupi badan jalan.

BACA JUGA:

Jalinsum Padang-Jambi Kembali Longsor, 4 Mobil Tertimpa dan 1 Tewas

5 Korban Longsor Susulan di Jalinsum Padang-Jambi Dievakuasi

Jalur yang terputus mengakibatkan kemacetan sejak Kamis malam, baik kendaraan yang  menuju Padang maupun Kabupaten Solok. Pasalnya, kendaraan sudah menumpuk di sepanjang jalur Panorama Dua sejak Kamis malam.

“Kemacetan terjadi karena ada tumpukan kendaraan arah Padang-Solok karena akses Padang tidak bisa dilewati sehingga truk-truk dialihkan ke sini. Akibatnya, mobil-mobil berat fokus ke sini ditambah dengan cuaca, jalan licin,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Padang Sutan Hendra, Jumat (14/12/2018).

Meskipun alat berat sudah bisa masuk ke lokasi, pembersihan material sulit dilakukan. Pasalnya, kawasan tersebut masih diguyur hujan sejak Jumat dini hari.

Warga yang hendak melintasi jalan sejak Kamis malam dan Jumat dini hari juga terlihat panik karena longsor susulan yang terjadi. Banyaknya warga di lokasi juga membuat petugas BPBD dan tim relawan kebencanaan sulit melakukan evakuasi korban yang diduga masih berada di timbunan longsor. Apalagi, sejumlah warga nekat melintas di atas timbunan material longsor yang kondisi tanahnya masih labil.

BPBD memperkirakan masih akan terjadi longsor susulan di sekitar lokasi. Setidaknya terdapat 10 titik rawan longsor yang perlu diwaspadai oleh pengendara.

“Ada lebih dari 10 titik longsor perlu diwaspadai karena tanahnya masih labil. Kemudian, yang kemarin bekas longsor juga tanahnya masih labil. Lebih kurang 50 meter atau 100 meter ke atas,” kata Sutan Hendra.

Sementara itu, lima korban longsor sudah dievakuasi. Tiga korban merupakan penumpang dari minibus yang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka, dirawat di Rumah Sakit M Jamil Padang. Sedangkan satu orang korban tewas dan satu orang korban kritis dilarikan ke Rumah Sakit Semen Padang.


Editor : Maria Christina