Jarum Jam Gadang di Bukittinggi Mati, Satpol PP: Harus Diengkol secara Manual

Wahyu Sikumbang, Sindonews ยท Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:55 WIB
Jarum Jam Gadang di Bukittinggi Mati, Satpol PP: Harus Diengkol secara Manual

Objek wisata Jam Gadang di Bukittinggi Sumbar. (Foto: Istimewa).

BUKITTINGGI, iNews.id - Jam Gadang yang menjadi objek wisata di pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mati. Sebab, para pengunjung di sana melihat jarum penunjuk waktu di menara jam tersebut tersebut tidak bergerak sejak pukul 22.03, Rabu (23/10/2019).

Pengunjung di sana, Yunita (19) mengatakan, awalnya tidak menyadari jarum jam penunjuk waktu yang ada di menara jam gadang mati. Ketika dia tiba di lokasi objek wisata tersebut, jam menunjukkan pukul 22.03 WIB.

BACA JUGA: 4 Titik Jalur Utama Padang-Bukittinggi Rawan Macet dan Bencana Alam

"Setelah beberapa jam bermain di sekitar taman, jarum di menara jam gadang masih menunjukkan waktu yang sama," kata Yunita kepada wartawan di sekitaran taman Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumbar, Kamis (24/10/2019) dini hari tadi.

Tidak lama, Yunita pun langsung memotret menara dengan posisi jamnya yang tidak akurat, lalu mengunggahnya untuk dijadikan status media sosial whatsapp. Hanya dalam waktu singkat usai di-posting, status mahasiswa di salah satu kampus Kota Padang itu menjadi sorotan.

BACA JUGA: BPBD Ingatkan Pemudik Waspadai 4 Ruas Jalan Rawan Longsor di Kabupaten Agam

Sementara itu, seorang petugas Satpol PP, Doni mengatakan, jam gadang dijaga oleh tiga orang petugas yang menggerakkan mesin jam secara mekanik juga manual. Cara manual tersebut yakni diengkol dengan tangan.

"Mungkin karena tukang engkol penjaga Jam Gadangnya sudah pulang. Kemungkinan besok pagi baru bisa hidup normal kembali. Dulu saya pernah jadi petugasnya, jam ini sering juga mati," kata dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal