Jembatan Darurat Padang-Bukittinggi Rampung, Hanya Bisa Satu Jalur

Andi Mohammad Ikhbal ยท Selasa, 18 Desember 2018 - 21:19 WIB
Jembatan Darurat Padang-Bukittinggi Rampung, Hanya Bisa Satu Jalur

Pengguna kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi saat akan melintas di jembatan darurat, Kecamatan 2x11, Padang Pariaman, Sumbar. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang menyelesaikan pengerjaan jembatan darurat di Kecamatan 2x11, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Ruas Jalan Padang-Bukittinggi kini sudah kembali bisa dilewati kendaraan setelah selama satu pekan terputus akibat ambruknya Jembatan Batang Kalu diterjang banjir bandang, Senin (10/12/2018).

Kepala BPJN III Padang Ditjen Bina Marga Aidil Fikri mengatakan, jembatan darurat sepanjang 36 meter itu dibangun dengan 12 panel baja. Jembatan ini untuk sementara hanya bisa dilalui satu jalur, yakni untuk kendaraan dari Padang ke Bukittinggi. Sementara untuk arah sebaliknya dilakukan pengalihan arus melalui ruas Jalan Sicincin Melalak.

“Pak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan target jembatan darurat sudah harus bisa dilalui pada Sabtu (15/12). Namun karena hujan lebat, kami terpaksa menghentikan pekerjaan selama 8 jam karena muka air Sungai Batang Kalu sempat naik,” kata Aidil, saat membuka operasional jembatan darurat tersebut, Minggu (16/12/2018).


BACA JUGA:

Jalur Padang-Bukittinggi Putus, 3 Jembatan Ambruk dan Terjadi Longsor

Jembatan Darurat Penghubung Padang-Bukittinggi Sumbar Selesai Besok


Dia mengungkapkan, seusai pengerjaan jembatan darurat selesai, Kementerian PUPR melalui BPJN III Padang akan membangun Jembatan Bailey di samping jembatan darurat tersebut dengan target selesai dalam waktu tujuh hari.

Setelah bisa digunakan untuk dua arah, jembatan darurat akan dibongkar untuk dibangun yang permanen di lokasi tersebut. Pengerjaan direncanakan mulai pada pertengahan Januari 2019 dan ditargetkan rampung dalam waktu 6 bulan.

"Anggaran biayanya sekitar Rp15 miliar dan membutuhkan waktu enam bulan. Meski hanya 36 meter, namun jembatan permanen ini akan dibangun menggunakan konstruksi bore pile. Kekuatannya bisa mencapai 100 tahun," ucapnya.

Aidil menjelaskan, untuk mencegah terjadinya penggerusan pada struktur bawah jembatan, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V-Ditjen Sumber Daya Air secara paralel sedang mengerjakan bangunan pengarah arus Sungai Batang Kalu. Pekerjaan ini berupa perkuatan tebing sungai menggunakan sheet pile di kedua sisi jembatan dan ditargetkan rampung pada Februari 2019.


Editor : Donald Karouw