Kapal Wisata Karam di Pantai Gandoriah Pariaman, Seorang Guru SMP Tewas dan 1 Kritis

Eka Guspriadi ยท Minggu, 27 Oktober 2019 - 03:01 WIB
Kapal Wisata Karam di Pantai Gandoriah Pariaman, Seorang Guru SMP Tewas dan 1 Kritis

Warga mengevakuasi para penumpang kapal wisata yang karam di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumbar, dalam perjalanan dari Muara menuju Pulau Angso Duo, Sabtu (26/10/2019). (Foto: iNews/Eka Guspriadi)

PARIAMAN, iNews.idSebuah kapal wisata karam di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dalam perjalanan dari Muara menuju Pulau Angso Duo, Sabtu (26/10/2019). Akibatnya, seorang penumpang tewas tenggelam dan satu penumpang lainnya kritis.

Korban yang tewas diketahui bernama Masyirida (48). Sementara satu penumpang lain atas nama Kartika (50), kritis. Keduanya rombongan guru SMP Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam yang sedang berwisata ke Kota Pariaman.

Kapal karam sekitar pukul 15.30 WIB. Kapal karam setelah dihantam gelombang tinggi. Selain itu, kapal diduga kelebihan muatan.

 

BACA JUGA:

Speed Boat Berpenumpang 36 Orang Kandas di Muara Tanjung Selor Kalimantan Utara

KMP Mutiara Persada II Kandas di Pulau Rimau Balak Dekat Pelabuhan Bakauheni

 

Informasi dari penumpang selamat, kapal itu membawa 24 penumpang. Penumpang terdiri atas 12 orang guru SMP Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam, dua orang dari Pasaman, empat orang dari Padang, dan enam orang dari Aurmalintang, Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu, ada satu anak buah kapal (ABK) dan satu nakhoda.

“Sebelum kapal karam, kapal sempat dihantam gelombang tinggi hingga dua kali. Selain itu, kami menduga kapal kelebihan muatan,” kata salah seorang penumpang yang selamat, Dahdir.

Sementara informasi dari salah seorang petugas Syahbandar Pariaman, Rudi Yunus, penumpang kapal hanya 13 orang, termasuk ABK dan nakhoda. Kapal itu awalnya karam dari belakang sampai di depan, hingga kemudian tenggelam.

“Kapal itu karam dari belakang, sampai ke depan, hingga akhirnya tenggelam. Jumlah penumpang sekitar 13 orang,” kata Rudi Yunus.

Hingga kini, penyebab kapal wisata tersebut karam masih dalam penyelidikan. Sementara korban yang tewas divisum terlebih dahulu di RSUD Pariaman, sebelum dibawa ke rumah duka. Sedangkan korban yang kritis dirujuk dari RSUD Pariaman ke Rumah Sakit Umum Ahmad Mukhtar Bukittinggi.


Editor : Maria Christina