Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Beberapa Kali, Ini Penjelasan BMKG

Ilma De Sabrini ยท Sabtu, 02 Februari 2019 - 18:41 WIB
Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Beberapa Kali, Ini Penjelasan BMKG

Lokasi gempa bumi di Kepulauan Mentawai, Sumbar, Sabtu (2/2/2019). (Foto: BMKG)

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai gempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (2/2/2019).

Selama satu jam, kawasan ini diguncang gempa beberapa kali. Bahkan hingga pukul 17.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 10 kali dengan magnitudo terbesar 4,7 SR.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memaparkan, pukul 16.27 WIB tadi, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan 6,0 Skala Richer (SR), yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,1 SR.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,92 Lintang Selatan dan 99,98 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 kilometer (km) arah tenggara Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada kedalaman 26 km.

“Gempa bumi ini didahului oleh gempa bumi dengan kekuatan 5,3 SR dalam rentang 24 menit,” kata Rahmat.


BACA JUGA: Dalam 1 Jam, Kepulauan Mentawai Sumbar Diguncang Gempa Bumi 3 Kali


Rahmat mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi dangkal. Gempa bumi terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

“Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault),” katanya.

Guncangan gempa bumi 6,1 SR itu dilaporkan dirasakan di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, dan Solok dalam skala II-III MMI. Kemudian di Padang, Pariaman, Painan dalam skala III-IV MMI. Sementara di Kepulauan Mentawai meliputi wilayah Tua Pejat, Pagai Selatan, dirasakan dalam skala  IV-V MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” katanya.

BMKG tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, baik di akun Instagram, Twitter @infoBMKG, situs inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id, atau melalui aplikasi IOS dan Android, wrs-bmkg atau infobmkg.


Editor : Maria Christina