Keracunan Massal di Dharmasraya Diduga Faktor Higienis Makanan

Antara ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 15:13 WIB
Keracunan Massal di Dharmasraya Diduga Faktor Higienis Makanan

Penanganan medis bagi warga yang mengalami keracunan makanan. (Foto: Dok iNews).

DHARMASRAYA, iNews.id - Keracunan massal yang dialami 42 orang ibu-ibu pengajian di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) diduga karena faktor higienis makanan. Namun kepastiannya masih menunggu hasil laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, Rahmadian mengatakan, sementara masih menunggu hasil pasti dari uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar yang memakan waktu empat sampai lima hari ke depan.

"Sampelnya sudah dikirim ke Labkesda Sumbar, di Padang. Kita kirim itu kuah lontong, nasi lontong, bakwan, dan muntahan korban," kata dia kepada wartawan di Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Senin (12/8/2019).

Menurut dia, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tidak mengandung zat kimia berbahaya, dan lebih cenderung pada faktor higienis. Karena itu uji laboratorium juga akan mengecek kandungan bakteri dalam makanan tersebut.

Sementara itu, sebanyak 21 korban diduga keracunan makanan sudah diperbolehkan pulang setelah melalui sejumlah perawatan di RSUD Sungai Dareh.

BACA JUGA: 42 Ibu-Ibu Pengajian di Dharmasraya Sumbar Keracunan, 1 Orang Meninggal

"Kondisi korban terus membaik, data sampai pagi ini sebagian sudah boleh pulang dan menjalani rawat jalan," kata Kepala TU RSUD Sungai Dareh, Norawiza.

Dia mengatakan total korban yang diduga mengalami keracunan berjumlah 62 orang. Dari 30 yang menjalani perawatan 21 orang sudah diizinkan pulang.

"Sembilan korban yang masih mendapatkan perawatan kondisinya juga terus membaik, berkemungkinan hari ini ada yang diizinkan pulang dokter," katanya.

Sebelumnya, puluhan warga di Kabupaten Dharmasraya Sumbar mengalami keracunan diduga akibat makan lontong sayur. Satu orang meninggal dunia, dan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit serta puskesmas setempat.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal