KPK Geledah Beberapa Ruangan di Kantor Bupati Solok Selatan

Ilma De Sabrini, Antara ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 13:15 WIB
KPK Geledah Beberapa Ruangan di Kantor Bupati Solok Selatan

KPK mendatangi Kantor Bupati Solok Selatan, Sumbar, di Padang Aro, Selasa (9/7/2019). KPK menggeledah sejumlah ruangan di kantor itu. (Foto: Antara)

PADANG ARO, iNews.id – Pascapenetapan Bupati Solok Selatan 2016-2021 Muzni Zakaria (MZ) sebagai tersangka korupsi pengadaan barang dan jasa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah beberapa ruangan di Kantor Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), di Padang Aro, Selasa (9/7/2019). Hingga kini, penggeledahan masih berlangsung.

Dari pantauan, KPK datang sekitar pukul 09.00 WIB. Penyidik langsung menuju ruangan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di lantai satu Setdakab Solok Selatan. Ruangan yang digeledah KPK, yaitu ruangan Pengadaan Barang dan Jasa, ruangan kerja Bupati, dan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa. KPK juga menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan.

KPK membentuk dua tim dengan pengawalan polisi bersenjata lengkap. Di Kantor Dinas PU Tata Ruang dan Pertanahan, KPK terlihat berada di ruangan Bina Marga dan Cipta Karya. Ruang Cipta Karya dan Bina Marga berada di lantai satu dan menghadap langsung ke halaman. Karena itu, petugas KPK bisa terlihat dengan jelas dari halaman.


BACA JUGA: Tersangka Suap Ratusan Juta, Bupati Solok Selatan Dicegah ke Luar Negeri


KPK mulai menggeledah Kantor Bupati dan Dinas PU sekitar pukul 09.00 Wib dan sampai pukul 11.50 WIB masih berada di dalam ruangan. KPK mendatangi kantor Dinas PU dengan tiga unit mobil.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat ada dokumen yang dibawa keluar. Namun, polisi masih terlihat berjaga di depan Kantor Dinas PU dan depan Kantor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Salah seorang warga setempat Mur (46) mengaku terkejut tiba-tiba ada polisi bersenjata lengkap masuk ke Dinas PU Solok Selatan. Namun, dia yang sudah berada di sekitar kantor itu sejak pagi tidak tahu tujuan kedatangan rombongan dengan pengawalan ketat itu.

“Benar, ada yang datang dengan tiga mobil dikawal polisi bersenjata dan beberapa orang terlihat memakai rompi KPK. Rombongan tersebut datang dengan tiga unit mobil berwarna hitam,” ujarnya.


BACA JUGA: KPK Tetapkan Bupati Solok Selatan Tersangka Suap Proyek Masjid dan Jembatan


Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sebelumnya mengatakan, dalam perkara ini, KPK menduga Muzni Zakaria telah menerima uang dari seorang pengusaha bernama Muhammad Yamin Kahar (MYK) terkait pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan Pembangunan Jembatan Ambayan. Dua proyek ini digarap PT Dempo Bangun Bersama, perusahaan milik M Yamin Kahar.

KPK menduga dalam proyek pembangunan Jembatan Ambayan, bupati dari Partai Gerindra itu menerima duit haram sejumlah Rp460 juta dalam rentang waktu April sampai Juni 2019. Pemberian uang dilakukan dalam beberapa tahap dan melalui sejumlah pihak.

KPK juga menduga Muhammad Yamin Kahar memberikan uang Rp315 juta kepada sejumlah bawahan Muzni. Uang itu diduga terkait janji Yamin kepada Muzni pada proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan.

"Sedangkan terkait dengan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan, MYK, swasta juga telah memberikan uang pada sejumlah bawahan MZ, yang merupakan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan sejumlah Rp315 juta," kata dia.

Atas perbuatannya, Muzni Zakaria disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Editor : Maria Christina