Momentum Lebaran, Pedagang Diminta Tak Naikkan Harga di Luar Kewajaran

Antara ยท Senin, 03 Juni 2019 - 01:10 WIB
Momentum Lebaran, Pedagang Diminta Tak Naikkan Harga di Luar Kewajaran

Warung makan pinggir jalan. (Foto: Dok iNews).

PADANG, iNews.id - Pedagang kuliner di Sumatera Barat (Sumbar) diminta tidak menaikkan harga di luat batas kewajaran kepada pemudik dan wisatawan selama arus mudik dan libur lebaran. Bila kedapatan melakukannya, mereka akan mendapat sanksi tegas.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, pihaknya tengah gencar mengembangkan pariwisata daerah. Hal ini harus didukung para pengelola kuliner di wilayah tersebut.

"Sikap tidak terpuji itu bisa serupa nila merusak susu sebelanga. Padahal hanya oknum, tetapi rusak semua citra pariwisata daerah," kata Nasrul di Kota Padang, Sumbar, Minggu (2/6/2019).

Dia mengatakan itu terkait kekhawatiran ada oknum pedagang yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk menaikkan harga secara semena-mena.

Fenomena itu pernah muncul beberapa tahun lalu. Informasi pedagang kuliner yang menaikkan harga menyebar luas dan viral di media sosial. Kondisi ini kemudian memancing komentar negatif warganet.

Namun, menurut dia, praktik semacam itu mulai berkurang akhir-akhir ini. Komplain dari wisatawan juga hampir tidak ada ditemukan lagi.

Meski demikian pemerintah daerah (pemda) harus tetap melakukan pengawasan dan memberikan sanksi tegas jika ada pedagang yang coba-coba menaikkan harga di luar batas wajar.

"Kewenangan untuk menjatuhkan sanksi ada di kabupaten/kota seperti juga halnya pajak rumah makan dan restoran," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan, sebagai langkah antisipasi Gubernur Irwan Prayitno telah menyebar surat imbauan pada bupati dan wali kota untuk melakukan pengawasan.

"Termasuk juga untuk tarif parkir yang tidak boleh melebihi aturan yang telah ditetapkan dalam Perda," katanya.

Jika ada wisatawan yang menjadi korban praktik seperti itu, bisa melaporkan pada nomor pengaduan 0811-6611-181.

"Kami akan menindaklanjuti laporan yang masuk, berkoordinasi dengan kabupaten dan kota tempat kejadian," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal