Motif Cemburu, Kakek di Bukittinggi Bacok Nenek Lalu Gantung Diri

Wahyu Sikumbang ยท Rabu, 05 September 2018 - 12:30 WIB
Motif Cemburu, Kakek di Bukittinggi Bacok Nenek Lalu Gantung Diri

Polisi saat melakukan olah TKP di rumah pasangan suami istri di Bukittinggi. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BUKITTINGGI, iNews.id – Seorang kakek asal di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar), membacok istrinya dengan kapak. Usai melampiaskan emosinya, pelaku langsung mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Kejadian tragis itu terjadi di Jalan Bahder Johan RT 7/2, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumbar, Selasa (4/9/2018). Pemicunya diduga berlatar belakang cemburu hingga menimbulkan pertengkaran dalam biduk rumah tangga pasangan lansia tersebut.

Pantauan iNews, Murni Kurnia (24) tak terkendali saat membawa jenazah ayahnya, Syamsuir (76) ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Ahmad Mukhtar Bukittinggi. Betapa tidak, selain membawa jenazah ayahnya karena tewas gantung diri, Murni sebelumnya juga membawa ibunya, Jusmaniar (58) dalam kondisi kritis dengan luka di kepala akibat aniaya.

Ketua RT 7 Campago Ipuah Yenof Dalena mengatakan, pasangan suami istri (pasutri) yang sudah berusia lanjut ini bertengkar diduga dipicu rasa cemburu Syamsuir kepada istrinya Jusmaniar. Beberapa anak-anak korban sebelumnya telah mengingatkan ayahnya agar tidak usah cemburu karena mereka sudah sama-sama tua.

Beberapa hari sebelum kejadian, sang ayah terlihat sering mengasah pisau diduga untuk mengancam istrinya agar tidak berbuat macam-macam. Hingga peristiwa yang tak diinginkan pun akhirnya terjadi. Sang anak menemukan ayahnya tergantung di dalam rumah, sementara ibunya ditemukan terkapar bersimbah darah.

“Anaknya pergi beli lontong lalu baik ke rumah untuk mengambil piring. Pas buka pintu terlihat bapaknya gantung diri dan ibunya bersimbah darah di lantai. Mereka diduga bertengkar, kepala istrinya luka robek dan masih kritis di rumah sakit,” kata Dalena.

Polisi yang menerima informasi langsung datang ke TKP. Hasil pemeriksaan di lokasi, ditemukan kapak dengan bercak darah di lantai rumah korban, persis di bawah tempat korban Syamsuir gantung diri. Kasus itu kini masih dalam penyelidikan petugas.

Sementara itu, kondisi korban Jusmaniar saat ini masih kritis akibat luka bacok di atas kepala dan pelipis, sedangkan jenazah Syamsuir telah dimakamkan di kampungya di Tarusan Kamang, Kabupaten Agam.


Editor : Donald Karouw