Pasca-Pemilu, 6 Petugas KPPS di Sumbar Meninggal

Antara ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 16:47 WIB
Pasca-Pemilu, 6 Petugas KPPS di Sumbar Meninggal

Enam petugas KPPS di Provinsi Sumbar meninggal dunia pasca-Pemilu 2019. (Foto: Antara)

PADANG, iNews.id – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia kembali bertambah. Di Sumatera Barat (Sumbar), enam petugas KPPS meninggal dunia pasca-Pemilu Legislatif dan Presiden 2019.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, keenam petugas tersebut meninggal dunia diduga karena faktor kelelahan. “Selain itu kami juga mencatat sebanyak 108 orang saat ini mengalami sakit,” kata Nasrul di Padang, Sabtu (11/5/2019).

Dia merinci, keenam petugas KPPS yang meninggal yakni, Irianto (57), yang meninggal pada 1 Mei 2019 di Kabupaten Padang Pariaman. Kemudian, Doni yang meninggal pada 2 Mei 2019 di RSUD Parit Malintang.

BACA JUGA:

Viral Petugas KPPS di Bandung Tewas Diracun, Ini Faktanya

Sakit Pasca-Pemilu, Petugas KPPS di Kabupaten Asahan Meninggal Dunia

Ketiga, Andesal yang meninggal pada 26 April 2019 di Desa Aja Gadang Pasaman. Keempat, Ari Akbar (25), meninggal setelah mengalami demam dan nyeri di dada pada 28 April 2019 di Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam.

Selain itu, Nurhatika (20), yang meninggal pada 22 April 2019 setelah mengeluh sakit perut di Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman. Kemudian, Yaldianto (43), di Nagari Kayu Jao, Kecamatan Guning Talang, yang meninggal dunia karena mengalami penyakit lambung dan hemiparese sinitra, atau kondisi satu tangan atau satu kaki, atau satu sisi wajah menjadi lemah, namun tak sepenuhnya lumpuh.

“Kemarin baru empat yang meninggal dan sekarang bertambah jadi enam orang,” katanya.

Nasrul mengatakan, keenam petugas memiliki penyakit dan ditambah dengan beban pekerjaan yang berat. Para petugas juga diduga merasa stres dengan pekerjaan selama pemungutan suara sehingga membuat kondisi kesehatan mereka menurun.

Gubernur telah berkoordinasi dengan KPU Sumbar terkait enam orang petugas KPPS yang meninggal dunia. KPU menyatakan akan memberikan santunan kepada pihak keluarga sebesar Rp36 juta bagi yang meninggal dunia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumbar menurunkan tenaga kesehatan dalam proses rekapitulasi suara oleh KPU Sumbar di Hotel Pangeran Beach.

“Kita berharap tidak ada lagi korban yang meninggal dunia. Selain itu, diharapkan dengan adanya fasilitas kesehatan di lokasi ini dapat mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi,” katanya.


Editor : Maria Christina