Pemkot Padang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Bandang 7 Hari

Kastolani ยท Senin, 05 November 2018 - 01:05 WIB
Pemkot Padang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Bandang 7 Hari

Jembatan gantung di Kota Padang rusak diterjang banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 2 November 2018. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang selama tujuh hari. Status itu diberlakukan menyusul tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan banjir bandang pada Jumat, 2 November 2018 siang.

Bencana itu melanda 14 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Pauh, Lubuk Kilangan, Padang Utara, Padang Selatan, Seberang Padang, Koto Tangah.

"Status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor ini ditetapkan selama 7 hari dimulai dari tanggal 3 November-9 November 2018," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu, (4/11/2018).

Sutopo mengatakan, saat ini Tim BNPB telah berada di Kota Padang dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Padang untuk meninjau langsung lokasi kejadian di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, yang terisolasi akibat rusaknya jembatan dilokasi tersebut.

"Tim BNPB juga meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, dimana terdapat beberapa rumah rusak dan terendam lumpur," paparnya.

Namun kata dia, saat ini kondisi banjir telah surut dan sejumlah jalan yang terdampak longsor sudah bisa dilalui kendaraan.

Menurut Sutopo, Dari hasil kaji cepat penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), bencana itu telah mengakibatkan sebanyak 1.400 unit rumah warga terendam, tiga rumah dan satu jembatan hanyut, satu jembatan gantung putus. Sedangkan longsor menutupi ruas jalan di Kelurahan Padang Besi dan Beringin.

Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan dua bocah meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Kedua korban, yakni Jihat Melani (6) dan Pasilah Azham (10).

Sutopo menyebutkan, ada 756 kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan. “Dari jumlah itu, satu KK atau 3 jiwa mengungsi ke tempat kerabat terdekat. Sedangkan 29 KK terisolir akibat jembatan hanyut dan putus sehingga mencari alternatif jalan lain yang jauh dari permukiman,” katanya, Minggu (4/11/2018).

Menurut Sutopo, BPBD Kota Padang beserta insan kebencanaan saat ini sudah di lokasi kejadian untuk melakukan monitoring dan evakuasi kepada masyarakat terdampak. Tim juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Kecamatan, Kelurahan dan Relawan setempat untuk melakukan tindakan arahan serta pendataan.

“Tim masih melakukan pembersihan material lumpur sebagian rumah penduduk dan fasilitas umum. Bantuan makanan dan logistik sudah disalurkan oleh BPBD Kota Padang, Dinsos, aparat kecamatan serta kelurahan,” ujar Sutopo.


Editor : Kastolani Marzuki