Penganiayaan Santri di Tanah Datar, Polisi: Pelaku Pakai Batang Sapu

Budi Sunandar, Wahyu Sikumbang ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 22:20 WIB
Penganiayaan Santri di Tanah Datar, Polisi: Pelaku Pakai Batang Sapu

Polisi memeriksa para santri yang diduga terlibat aksi penganiayaan terhadap RA. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang).

TANAH DATAR, iNews.id - Polisi terus mengusut kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di Kota Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), RA, yang hingga kini masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan polisi, teman-teman kamar korban diduga menggunakan benda-benda tumpul untuk memukulinya.

Dari pemeriksaan 20 santri di Mapolres Padang Panjang, mereka menggunakan sejumlah benda tumpul seperti potongan tangkai sapu untuk menganiaya RA.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, sebelumnya polisi sudah mengamankan sepasang sepatu gunung yang diduga dipakai untuk menganiaya korban. Kini ditemukan benda tumpul berupa potongan tangkai sapu di TKP.

BACA JUGA: Dianiaya 16 Temannya, Santri di Tanah Datar Koma Berhari-hari

"Selain dengan tangan kosong, penganiayaan juga dilakukan dengan benda tumpul berupa potongan tangkai sapu," kata Kalbert di Mapolres Padang Panjang, Provinsi Sumbar, Kamis (14/2/2019).

Menurut dia, hal ini cocok dengan bekas luka-luka lebam di sebagian tubuh korban. Sementara ini, polisi sudah memeriksa 20 orang terduga pelaku penganiayaan. Namun, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka, karena tidak semua melakukan aksi penganiayaan tersebut.

Polres Padang Panjang tidak menutup kemungkinan juga akan menyeret pihak ponpes atas dugaan kasus penganiayaan ini. Karena mereka dinilai lalai dalam mengawasi perilaku para santrinya.

BACA JUGA: Kondisi Santri yang Koma Usai Dikeroyok Temannya Terus Menurun

Kondisi santri RA sendiri hingga kini semakin menurun. Di hari kelima korban mendapat perawatan di RSUP dr M Jamil Padang, Kamis (14/2/2019), tingkat kesadaran korban hanya enam persen.

Kepala Instalasi Anestesi dan Terapi Intensif RSUP M Jamil Padang Emilzon Taslim memaparkan, sebelumnya tingkat kesadaran korban 20 persen dan terus menurun.

"Kondisi pasien sekarang masih kritis," kata Emilzon.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal