Petugas Amankan Sejumlah Buku Terindikasi Ajaran Komunisme di Padang

Antara ยท Selasa, 08 Januari 2019 - 23:50 WIB
Petugas Amankan Sejumlah Buku Terindikasi Ajaran Komunisme di Padang

Ilustrasi buku-buku diduga memuat paham komunisme. (Foto: Istimewa).

PADANG, iNews,id - Petugas gabungan dari TNI/Polri, Kejaksaan dan Satpol PP mengamankan sejumlah buku yang diindikasikan berisi paham komunisme di sebuah toko kawasan Hos Cokroaminoto, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Razia tersebut dipimpin Komandan Koramil (Danramil) 01 Padang, Mayor Infanteri P Simbolon, bersama Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Padang, Yuni Hariaman, Selasa (8/1/2019) sore tadi.

"Buku-buku ini diamankan karena terindikasi bermuatan paham komunis, sementara paham tersebut sudah jelas dilarang di Indonesia," kata Mayor Simbolon di sela razia buku di Kota Padang, Sumbar.

BACA JUGA: Anggota Koramil Amankan 160 Buku Komunis di Kampung Inggris Pare

Menurut dia, buku yang diamankan itu akan diteliti lebih dalam untuk mendapatkan kesimpulan ada atau tidaknya mengandung unsur komunisme. Jika terbukti ada, tentu melanggar aturan TAP MPRS No XXV Tahun 1966.

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Yuni Hariman mengatakan, materi buku-buku tersebut harus diteliti dan dibahas bersama lebih dulu. Ini untuk membuktikan dugaan penyebaran paham komunisme.

"Buku yang diamankan berjudul 'Jas Merah' sebanyak dua eksemplar, 'Kronik 65' dua eksemplar, dan 'Gestapu 65 PKI' satu eksemplar," ujar Yuni.

Dia sendiri tak bisa memastikan berapa lama proses penelitian serta pembahasan ini. Karena, menurutnya bisa jadi akan melibatkan beberapa pihak, termasuk ahli dan akademisi.

Nantinya, Kejari Padang juga akan melaporkan hal ini secara berjenjang kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) dan Kejaksaan Agung.

BACA JUGA: Panglima TNI: Komunis Tidak Bisa Hidup di Indonesia

"Koordinasi perlu kalau seandainya isi buku diketahui melanggar, tentu butuh rekomendasi dari Kejagung untuk proses lanjutan, termasuk ke penerbitnya," ujar dia.

Dia juga meminta pemilik toko buku tidak menjual buku sejenis, sampai ada kesimpulan yang didapat. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyebarkan paham atau hal lain yang berbau komunis karena jelas dilarang.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal