Polemik drg Romi Syofpa, PDGI Sumbar: Memang Ada Pelanggaran Etik

Antara, Andi Mohammad Ikhbal ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 09:10 WIB
Polemik drg Romi Syofpa, PDGI Sumbar: Memang Ada Pelanggaran Etik

Dokter gigi (drg) Romi Syofpa Ismael yang batal menjadi PNS meski sudah lulus Seleksi CPNS 2018. (Foto: Dok iNews).

PADANG, iNews.id - Polemik dokter gigi (drg) Romi Syofpa Ismael yang batal menjadi PNS meski sudah lulus Seleksi CPNS 2018, berbuntut panjang. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sumatera Barat (Sumbar) ikut menangani kasus tersebut.

PDGI menilai ada pelanggaran etik dalam kasus gagalnya drg Romi menjadi CPNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar. Hal ini terkait laporan dari drg Lili Suryani ke panitia CPNS bahwa ada kandidat yang lulus, namun tak sehat secara jasmani.

Ketua PDGI Sumbar, drg Frisdawati Boer mengatakan, pelapor mengaku disuruh oknum panitia seleksi untuk membuat surat keberatan terhadap kelulusan drg Romi.

BACA JUGA: 4 Poin Ini Jadi Alasan Pemkab Solok Batalkan Kelulusan CPNS Drg Romi Syofpa

"Hasilnya memang ada pelanggaran etik," kata drg Frisdawati kepada wartawan di Sekretariat PDGI Sumbar di Kota Padang, Selasa (30/7/2019).

Dia mengatakan, PDGI Sumbar merekomendasikan hukuman pembinaan. Namun terkait bagaimana sanksi terhadap drg Lili Suryani akan diputuskan MKEDGI.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan, Yulian Efi, membenarkan drg Lili Suryani sempat mendatangi rumahnya untuk mengadukan bahwa ada peserta penyandang disabilitas yang mengikuti tes seleksi untuk mengisi formasi PNS.

BACA JUGA: Batal Jadi PNS, Dokter Romi Syofpa Ismael Gugat Pemkab Solok ke PTUN

"Sebagai pejabat pemerintah saya harus melayani masyarakat yang datang dan tidak mungkin saya usir. Lalu saya sarankan, pelapor membuat sanggahan," ujarnya.

Sebelumnya, drg Romi yang bertugas di Puskesmas Talunan Solok Selatan itu harus menelan kenyataan pahit lantaran kelulusan CPNS-nya dibatalkan secara sepihak.

Pemkab Solok Selatan beralasan, drg Romi tidak memenuhi persyaratan pada Formasi Umum CPNS 2018. Dia terpaksa ikut seleksi tes CPNS jalur umum, karena jalur khusus disabilitas saat itu sedang tidak dibuka. Namun hasilnya, dia lulus di jalur umum.

"Alhamdulillah, saya berhasil berkompetisi dan lulus. Selesai melalui tahap seleksi dan sudah memeriksakan kesehatan dibuktikan dari surat rehabilitasi medik," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal