Puluhan Karyawan Japfa di Kabupaten Agam Keracunan Makanan

Antara ยท Kamis, 07 Februari 2019 - 01:05 WIB
Puluhan Karyawan Japfa di Kabupaten Agam Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan. (Foto: Dok/iNews.id)

LUBUKBASUNG, iNews.id – Puluhan karyawan PT Japfa di Dusun II Jorong Padang Tongga, Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), diduga keracunan setelah menyantap makan siang di perusahaan itu, Rabu (6/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

Manajer PT Japfa, Makbul Hairin mengatakan, 43 dari 100 karyawan yang bergerak pada bidang perternakan ayam itu mengalami mual-mual, pusing, alergi kulit dan lainnya setelah makan siang. Para karyawan sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung untuk mendapatkan perawatan. “Sebelumnya mereka telah kami beri pertolongan pertama dengan memberikan susu kental,” kata Makbul di Lubukbasung.

BACA JUGA:

Satu Keluarga di Lumajang Keracunan Genset, 1 Orang Tewas

Keracunan Massal di Jambi, 2 Anak Meninggal dan Puluhan Warga Dirawat

Saat ini, kondisi 41 karyawan PT Japfa di Dusun II Jorong Padang Tongga, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung itu sudah sehat. Dua orang masih dirawat di Unit Gawat Darurat RSUD Lubukbasung. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan karena mereka sudah didaftarkan di BPJS Kesehatan.

“Semua karyawan telah tergabung dengan BPJS,” katanya.

Dia mengatakan, kejadian itu berawal dari 100 karyawan sedang menyantap makan siang berupa nasi, cabai, ikan laut dan lainnya sekitar pukul 12.00 WIB. Makan siang itu merupakan pengadaan perusahaan melalui pihak ketiga dari masyarakat sekitar.

Satu jam setelah selesai makan, 25 karyawan mengalami mual dan pusing. Beberapa menit setelah itu, karyawan lain juga mengalami hal yang sama sampai menjadi 43 orang.

Dengan kondisi itu, mereka diberikan pertolongan pertama dengan memberi susu kental, namun kondisi mereka tidak kunjung pulih dan dibawa ke RSUD Lubukbasung. Untuk sementara, pihaknya akan menghentikan pengadaan makan dari masyarakat dan akan memesan dari rumah makan di Lubukbasung. “Ini merupakan kasus pertama semenjak perusahaan berdiri pada 2014,” katanya.

Sementara itu, Dokter Jaga UGD RSUD Lubukbasung, Wahyu menambahkan, dua karyawan yang masih dirawat karena masih mengalami pusing dan mual. “Mereka telah diberikan oksigen dan obat lainnya. Sementara 41 pasien lainnya sudah membaik dan bisa pulang,” ujarnya.


Editor : Maria Christina