Puting Beliung Terjang Solok Selatan Sumbar, 79 Rumah Rusak

Antara ยท Sabtu, 07 September 2019 - 16:18 WIB
Puting Beliung Terjang Solok Selatan Sumbar, 79 Rumah Rusak

Petugas BPBD Solok Selatan memotong pohon dan menimpa rumah warga yang akibat diterjang angin puting beliung, Jumat sore. (Foto: BPBD Solok Selatan)

PADANG ARO, iNews.id – Puting beliung menerjang Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Bencana yang terjadi Jumat sore (6/9/2019) itu mengakibatkan sedikitnya 79 rumah warga rusak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Inroni Muharamsyah, mengatakan, terjangan puting beliung menyebabkan sembilan rumah rusak berat, 32 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.

“Perinciannya, bencana itu menyebabkan 37 rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp12,8 juta di Nagari Kapau Alam Pauh Duo. Dua keluarga dari nagari itu harus mengungsi ke rumah kerabat karena rumahnya rusak,” kata Inroni di Padang Aro, Sabtu (7/9/2019).

BACA JUGA:

Diterjang Angin Puting Beliung, Begini Kondisi Bandara di Jember

Puting Beliung Terjang Ponorogo, Listrik di 4 Kecamatan Padam

Sementara di Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, puting beliung menyebabkan kerusakan 31 rumah. Akibatnya, lima keluarga mengungsi. Sementara kerugian warga di nagari itu diperkirakan mencapai Rp43 juta.

Bencana itu juga mengakibatkan 11 rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp188,8 juta di Nagari Pauh Duo Nan Batigo. “Di Nagari Pauh Duo Nan Batigo dua rumah gadang roboh tertimpa pohon dengan kerugian mencapai Rp140 juta,” kata Inroni.

Saat ini petugas masih membersihkan pohon-pohon yang tumbang. Petugas juga membantu warga untuk membersihkan rumah mereka yang terdampak angin kencang berputar itu.

BPBD juga segera menyalurkan bantuan kepada korban bencana puting beliung. Namun, BPBD masih menunggu bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Sumbar. “Tenda ada, tapi tidak cukup, makanya tunggu yang dari provinsi dulu baru sekalian didistribusikan supaya tidak berebut," ujarnya.


Editor : Maria Christina