RSUP M Jamil Padang Gratiskan Biaya Tagihan Pasien Bayi yang Meninggal Dunia

Budi Sunandar ยท Rabu, 20 November 2019 - 12:30 WIB
RSUP M Jamil Padang Gratiskan Biaya Tagihan Pasien Bayi yang Meninggal Dunia

Pejabat Pemberi Informasi RSUP M Djamil, Gustavianov. (Foto: iNews/Budi Sunandar).

PADANG, iNews.id - Jajaran Direksi RSUP M Djamil Padang telah menggratiskan biaya tagihan atas nama pasien Muhammad Khalif Putra yang meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis. Orang tua korban sempat menunggak pembayaran Rp25 juta di rumah sakit tersebut.

Kasus ini pun viral, karena RSUP M Djamil Padang disebut menahan pasien meninggal dunia lantaran masalah biaya. Kondisi membuat geram rekan-rekan seprofesi ayah korban, para driver ojek online. Mereka lah yang kemudian membawa kabur jasad bayi tersebut dari rumah sakit untuk dimakamkan.

Namun pihak rumah sakit membantah bahwa mereka sengaja menahan jenazah bayi Khalif. Mereka justru memberikan kemudahan kepada keluarga korban dengan sistem utang untuk membayar tagihan. Sebab, mereka juga bukan tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan.

BACA JUGA: Jenazah Bayi Sempat Ditahan Rumah Sakit, Istri Wali Kota Padang Bantu Urus Tagihan

"Dari pihak direksi memutuskan untuk menggratiskan biaya tersebut," Istri Wali Kota Padang, Harneli Bahar, kepada wartawan di RSUP M Djamil Padang, Sumbar, Rabu (20/11/2019).

Padahal, dia mengatakan, awalnya ingin berusaha membantu pihak keluarga bayi Khalif untuk melunasi utang tersebut. Dia sempat menghubungi pihak Baznas dan melakukan penggalangan dana.

"Sudah dapat dari Baznas Padang sumbangan Rp10 juta. Tapi tidak jadi, karena ketika saya telepon Direktur RSUP M Djamil, ternyata pihak rumah sakit sudah menggratiskan biaya untuk pasien tersebut," ujar dia.

BACA JUGA: Pengemudi Ojol di Padang Ramai-Ramai Larikan Jenazah Bayi 6 Bulan yang Ditahan Rumah Sakit 

Pejabat Pemberi Informasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianov mengatakan, pihak rumah sakit sebetulnya sudah memberikan kemudahan kepada keluarga pasien dengan sistem utang. Bahkan jaminannya hanya KTP saja.

Menurut dia, justru pihak keluarga berterima kasih kepada rumah sakit, karena sudah memudahkan proses pembiayaan. Namun, dia menyesalkan aksi dari oknum ojek online (ojol) yang tiba-tiba membawa jenazah bayi.

"Bahkan, ibu korban tidak tahu bahwa bayinya sudah dibawa oleh pengemudi ojol ini. Kami sayangankan aksi tersebut, karena membawa jenazah korban dengan motor, tanpa sepengetahuan orang tua dan rumah sakit," kata Gustavianov.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal