Sering Dipukuli dan Mabuk Terus Jadi Alasan Istri di Dharmasraya Bunuh Suami

Budi Sunandar ยท Selasa, 03 September 2019 - 19:30 WIB
Sering Dipukuli dan Mabuk Terus Jadi Alasan Istri di Dharmasraya Bunuh Suami

Tersangka Sari Isa Laiya (46) yang membunuh suaminya Tehe Zoko Yawa (47) saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat. (Foto: iNews.id/Budi Sunandar),

DHARMASRAYA, iNews.id – Tindakan Sari Isa Laiya (46) membunuh suaminya Tehe Zoko Yawa (47), dengan kapak di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) nyaris tak tersentuh hukum.

Kasus pembunuhan yang terjadi dua bulan lalu itu terbongkar setelah tetangga korban curiga dengan gundukan tanah di belakang rumah tersangka.

Peristiwa itu terjadi dua bulan lalu, tepatnya pada 23 Juni 2019 malam. Namun, aksi pelaku baru terbongkar pada Senin, 2 September 2019.

Tersangka menguburkan mayat suaminya di belakang rumahnya kompleks perumahan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SAK.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir mengatakan, tersangka nekat membunuh suaminya karena korban sering pulang dalam keadaan mabuk dan memukuli tersangka.

Karena tidak tahan dianiaya, tersangka nekat membunuh korban dengan menggunakan kapak, lalu mengubur jasadnya di belakang rumah.

“Motifnya ini, tersangka sudah sering dipukulin akhirnya kejadianlah itu (pembunuhan,” kata AKBP Imran Amir, Selasa (3/9/2019).

BACA JUGA: Istri Kapak Suami hingga Tewas, Mayatnya Dikubur di Belakang Rumah

Dia mengatakan, pembunuhan itu terungkap setelah salah satu keluarga korban melapor ke polisi. Keluarga mendapat informasi dari tetangga bahwa korban dibunuh oleh istrinya. Bahkan, tetangga korban menyebutkan mayat Tehe Zoko Yawa dikubur di belakang rumahnya.

“Sekitar tiga hari empat hari lalu, ada informasi yang bersangkutan dibunuh dan sudah dikuburkan. Akhirnya pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Kami turun ke lapangan dan kami cek, memang kami temukan di sana ada gundukan tanah dan masih baru, seperti tanah kuburan,” kata Kapolres.

BACA JUGA: Istri Bunuh Suaminya saat Tidur karena Ketakutan Sering Diancam 5 Bulan Terakhir 


Polisi kemudian membongkar kuburan tersebut dan menemukan mayat korban dengan luka bekas kapak di kepala. Mayat tersebut selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Dari penemuan itu, polisi kemudian meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan. “Kami akhirnya menetapkan tersangka, yaitu istri korban dan langsung kami tahan,” kata Imran.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki