Stok Menipis, Korban Gempa Solok Selatan Belum Terima Bantuan Logistik

Wahyu Sikumbang, Antara ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 20:00 WIB
Stok Menipis, Korban Gempa Solok Selatan Belum Terima Bantuan Logistik

Puluhan warga Sungai Kunyit, Solok Selatan, Sumbar terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat akibat rumahnya roboh diguncang gempa berkekuatan 5,6 SR, Kamis (28/2/2019). (Foto: iNews.id/Wahyu Sikumbang)

SOLOK SELATAN, iNews.id – Puluhan kepala keluarga (KK) korban bencana gempa bumi di Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat harus mengungsi di tenda-tenda darurat akibat rumah mereka rata tanah diguncang gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR), Kamis (28/2/2019) pagi.

Selain harus tidur di tempat terbuka, mereka juga hingga kini belum menerima bantuan logistik dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Pemkab Solok Selatan, Hapison mengatakan, bantuan sembako kemungkinan baru disalurkan pada Jumat (1/3/2019) karena persediaan di gudang saat ini relatif terbatas. "Agar semua korban tidak berebut kami akan cukupi dulu kebutuhannya dan saat ini masih koordinasi dengan provinsi," ujar dia.

Hapiosn mengaku akan meninjau kebutuhan masyarakat untuk pengambilan keputusan soal perlunya mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian.

Saat ini, kata dia, Pemkab Solok Selatan mendirikan tenda untuk menampung korban gempa bumi yang belum berani pulang ke rumah masing-masing setelah peristiwa itu.

"Untuk saat ini kami mendirikan dulu lima buah (tenda) di Sungai Kunyit. Selanjutnya akan dimintakan tambahannya ke provinsi 15 buah lagi dan disebar ke titik pengungsian", kata Hapison.

BACA JUGA:

Gempa Solok Selatan: 48 Terluka dan 343 Rumah Rusak, Ini Sebarannya

Update Gempa Solok Selatan Sumbar, Korban Luka Capai 42 Orang

Gempa 5,6 SR di Solok Selatan Bukan di Pasaman, Ini Penjelasan BMKG

Seorang warga Sungai Kunyit, Samin (65), mengaku bersama warga lainnya masih belum berani kembali ke rumah sebab gempa susulan masih sering dirasakan. "Untuk sementara kami mendirikan tenda darurat menggunakan terpal tapi belum tahu sampai kapan," kata dia.

Dia mengatakan, kondisi rumah di desanya sudah banyak yang rusak akibat gempa itu, sehingga dikhawatirkan akan roboh kalau terjadi gempa susulan.

"Kami takut kalau balik ke rumah nanti akan ditimpa bangunan kalau terjadi gempa susulan sehingga memilih tenda darurat," kata dia.

Warga lainnya, Safrizal, mengaku rumahnya termasuk yang rusak berat dan tidak bisa dihuni lagi akibat gempa tersebut sehingga untuk sementara waktu ia dan keluarganya tidur di tenda darurat. "Rumah saya harus dirobohkan lagi dan dibangun lagi dari awal sebab kondisinya rusak parah," ujarnya.

BPBD setempat mencatat 55 kepala keluarga mengungsi ke tempat aman karena masih takut kembali ke rumah setelah terjadi gempa. Belasan keluarga harus tinggal di tenda darurat karena masih takut terjadi gempa susulan.

Pendataan BPBD Sumbar hingga Kamis (28/2/2019) siang, gempa tersebut mengakibatkan 48 orang luka-luka dan 343 unit rumah rusak. Korban luka sebagian dirawat di puskesmas dan rumah sakit.

Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman mengatakan, pemkab masih menginventarisasi dan mengidentifikasi dampak dari gempa tersebut baik terhadap bangunan maupun korban. “Yang diutamakan terhadap warga korban bencana yang mendapat perawatan medis dan segera membangun dapur umum,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki