Tahun Ini, Sumbar Potong 45.630 Hewan Kurban

Antara ยท Rabu, 22 Agustus 2018 - 12:50 WIB
Tahun Ini, Sumbar Potong 45.630 Hewan Kurban

Sapi kurban (ilustrasi).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PADANG, iNews.id – Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat mencatat jumlah hewan kurban di provinsi ini pada 2018 mencapai 45.630 ekor. Angka itu naik tujuh persen dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 42.250 ekor.

“Ada 45.630 ekor hewan kurban tahun ini, terdiri atas 39.690 ekor sapi dan 7.225 ekor kambing, dengan jumlah peserta kurban 285.055 orang,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Hendri, usai pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Raya Sumbar, Rabu (22/8/2018).

Menurut dia, naiknya jumlah peserta kurban menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat. “Selain itu, penyuluhan agama yang dilakukan para dai juga turut andil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkurban,” ujarnya.

Terkait distribusi tahun ini, instansinya mengupayakan masjid-masjid yang mengelola atau melakukan pemotongan hewan kurban dalam jumlah banyak bisa mengirimkan sebagian ke daerah-daerah pelosok. “(Distribusinya) memang belum optimal. Namun inti dari kurban adalah sebagai bentuk solidaritas kepada sesama muslim agar bisa sampai kepada mereka yang kurang mampu,” kata Hendri.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan pada tahun ini Presiden Jokowi kembali berkurban di Sumbar dengan satu ekor sapi seberat 1 ton 70 kilogram. Dia berpendapat, berkurban merupakan upaya menumbuhkan kepedulian kepada sesama bagi yang mampu kepada yang membutuhkan.

Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Raya Sumbar diikuti ribuan warga dengan menghadirkan Dr Urwatul Wusqo sebagai khatib Id. Dalam khutbahnya, staf pengajar UIN Imam Bonjol Padang itu mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai momentum meningkatkan kepedulian seperti ikut berkontribusi membantu masyarakat yang menjadi korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).


Editor : Ahmad Islamy Jamil