Takut Gempa Susulan di Solok Selatan, Korban Dirawat di Luar Puskesmas

Budi Sunandar, Antara ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 14:00 WIB
Takut Gempa Susulan di Solok Selatan, Korban Dirawat di Luar Puskesmas

Petugas medis dan warga membantu menjahit luka di kepala seorang warga akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Kamis (28/2/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Korban luka-luka akibat gempa bumi 5,6 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), masih terus didata. Para korban yang umumnya mengalami luka di kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan terpaksa dirawat di halaman puskesmas karena khawatir ada gempa susulan.

Salah satunya terlihat di halaman Puskesmas Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo. Hingga Kamis siang, jumlah pasien yang dirawat di Puskesmas Sungai Kunyit berjumlah 30 orang. Petugas medis memasang tenda plastik di halaman untuk menampung korban yang diperkirakan masih bertambah.

Camat Sangir Balai Janggo, Muslim mengatakan, pemerintah setempat bersama BPBD Kabupaten Solok Selatan masih melakukan upaya pendataan korban di lokasi terdampak. Sementara itu, puluhan warga juga saat ini mengungsi se sejumlah rumah tetangga.

“Hingga saat ini, puluhan kepala keluarga di daerah Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo masih membutuhkan bantuan tim medis, obat-obatan, makanan dan tenda untuk tempat pengungsian,” kata Muslim.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman mengatakan, data terakhir, jumlah korban luka di Solok Selatan hingga Kamis siang (28/2/2019), sudah mencapai 42 orang. Korban dirawat di Puskesmas Mercu 35 orang, Puskesmas Abai tiga orang, Puskesmas Talunan dua orang, dan Puskesmas Bidar Alam dua orang.

“Satu di antaranya kemudian dirujuk ke RSUD. Sebagian besar luka yang dialami warga di bagian atas badan karena tertimpa reruntuhan bangunan, seperti di kepala,” ujarnya.

BACA JUGA:

Update Gempa Solok Selatan Sumbar, Korban Luka Capai 42 Orang

Data Terbaru, 101 Rumah Rusak akibat Gempa 5,6 SR di Solok Selatan

Dinas Kesehatan terus menyiagakan petugas puskesmas dan mendirikan tiga posko kesehatan untuk penanganan warga yang menjadi korban gempa bumi, yakni di Sei Kunyit, Talunan, dan Sangir Jujuan. Posko kesehatan didirikan untuk menangani korban-korban yang luka ringan. “Untuk persediaan obat-obatan masih cukup,” ujarnya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyebutkan, jumlah rumah yang rusak akibat diguncang gempa bumi di wilayah Kabupaten Solok Selatan mencapai 101 unit. Daerah yang mengalami kerusakan tersebar di empat nagari di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sangir Batanghari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari pendataan BPBD setempat, 30 unit rumah rusak sedang terdapat di Nagari Talunan Maju Kecamatan Sangor Balai Janggo. Kemudian, empat unit rumah rusak berat dan enam unit rumah rusak sedang di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Jangjo.

“Satu unit rumah rusak berat dan 30 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo. Kemudian, 30 unit rumah rusak sedang dan ringan di Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batanghari,” kata Sutopo.

Kabupaten Solok Selatan diguncang dua kali gempa hari ini, dengan magnitudo 4,8 SR sekitar pukul 01.55.02 WIB dan pukul 06.27.05 WIB berkekuatan 5,6 SR yang kemudian dimutakhirkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi 5,3 SR.


Editor : Maria Christina