Telepon Terakhir Fauzan, Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 pada Sang Ibu

Wahyu Sikumbang ยท Rabu, 31 Oktober 2018 - 08:50 WIB
Telepon Terakhir Fauzan, Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 pada Sang Ibu

Keluarga Fauzan yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT-610, berkumpul di rumah duka, di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

LIMAPULUH KOTA, iNews.id – Kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat (Jabar), Senin (29/10/2018), meninggalkan duka mendalam. Keluarga pun kembali mengenang masa-masa dan percakapan terakhir dengan keluarga mereka tercinta yang menjadi penumpang pesawat itu.

Salah satu penumpang Lion Air, bernama Fauzan Azima (24), warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Korban berencana menikah tahun depan. Minggu malam (28/10/2018), beberapa jam sebelum kejadian nahas itu, korban menelepon ibunya.

Dalam percakapannya dengan sang ibu, Dewi Marza, Fauzan mengatakan akan ke Pangkalpinang karena ditugaskan oleh perusahaan tambang tempatnya bekerja untuk menyurvei pertambangan. Percakapan itu menjadi komunikasi yang terakhir antara Fauzan dengan keluarganya.

“Hari Minggu malam Fauzan telepon ke mamanya mengatakan akan pergi dinas ke Pangkalpinang,” kata Arif Wanadi, paman Fauzan, Selasa malam (30/10/2018) di rumah duka, Jorong Balai Mansiro, Kenagarian Guguak Delapan Koto, Kecamatan Guguak.


BACA JUGA:

Lion Air Terancam Disanksi, Rusdi Kirana: Kami Enggak Keberatan

Baru 6 Bulan Menikah, Candra dan Cici Jadi Korban Lion Air JT 610


Arif Wandi mengatakan, dalam beberapa bulan ini, keluarga Fauzan juga tengah disibukkan dengan penentuan hari baik dan bulan baik. Sebab, tahun depan usai Lebaran, anak sulung itu berencana menikah dengan gadis pilihannya. “Orang tuanya memberitahu kami, Lebaran besok rencananya Fauzan akan menikah. Sekarang sedang menunggu penetapan tanggal menikah,” kata Arif Wanadi.

Pantauan iNews, warga memadati rumah pasangan suami istri Amri Syakban dan Dewi Marza di Jorong Balai Mansiro, Kenagarian Guguak Delapan Koto, Kecamatan Guguak.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang menimpa Fauzan juga meninggalkan duka bagi guru-gurunya, bahkan guru-guru semasa dia SMP. Dalam kenangan mereka, anak pedagang martabak kubang itu dikenal baik, rajin, dan hormat pada guru-gurunya. Kejadian yang menimpa korban pun membuat mereka merasa kehilangan.

“Fauzan ini anak yang baik, rajin, dan hormat pada guru. Waktu mendengar kejadian ini, kami gurunya di SMP hampir menangis semua karena merasa kehilangan Fauzan,” kata Deswita, guru SMP Fauzan Azima.

Para guru yang datang ke rumah korban hanya berharap keluarga dapat tabah dan mendoakan yang terbaik untuk Fauzan. “Kami ke sini ingin menghibur keluarga agar tabah menghadapi ini. Sebelumnya kami berdoa ada keajaiban, tapi melihat bentuk kejadiannya agak tipis harapan,” paparnya.

Sementara selain Fauzan, ada tujuh warga Sumbar yang jadi korban pesawat nahas itu. Dua di antaranya pramugari lion air JT-610.


Editor : Maria Christina