Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Bandang di Tanah Datar

Budi Sunandar ยท Minggu, 14 Oktober 2018 - 10:44 WIB
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Bandang di Tanah Datar

Petugas SAR dibantu warga melanjutkan upaya pencarian terhadap satu korban banjir bandang yang belum ditemukan di Kenagarian Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (14/10/2018). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TANAH DATAR, iNews.id - Memasuki hari keempat pascabanjir bandang di Kenagarian Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tim SAR gabungan bersama warga masih mencari satu orang korban hilang yang diduga tertimbun lumpur.

Hingga Minggu (14/10/2018) pagi, sejumlah petugas gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran serta warga, masih melanjutkan proses pencarian.
 
“Korban yang masih hilang diketahui atas nama Daswirman (59). Korban merupakan suami dari Yarnida, yang sebelumnya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (13/10/2018) sore kemarin,” ujar Komandan Regu SAR Kabupaten 50 Kota, Riko Pradinata, Minggu (14/10/2018).

BACA JUGA:

5 Fakta Bencana di Sumbar, Longsor dan Banjir Rendam 11 Kabupaten/Kota

1 Korban Tewas Banjir Bandang di Tanah Datar Ditemukan, 1 Masih Hilang

 


Kedua korban ini merupakan warga Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, yang diketahui tengah mengendarai sepeda motor dan melintas saat terjadinya banjir bandang pada Kamis (11/10/2018) malam tersebut. “Proses pencarian korban ini dilakukan hingga tujuh hari ke depan terhitung sejak hari Kamis kemarin,” kata Riko.

Sementara itu, Erismal, salah satu korban banjir bandang yang berhasil selamat bersama keluarganya saat terjadinya peristiwa tersebut, saat ini terpaksa menumpang tinggal di rumah saudaranya. Pasalnya, rumah beserta harta bendanya ludes dihancurkan banjir bandang. “Hujan deras sekali waktu itu. Tiba-tiba air bah datang dengan cepat,” ucapnya.

Beruntung, Erismal bersama dua orang cucunya berhasil selamat dari terjangan banjir bandang karena sedang berada di luar rumah. “Saya pas kejadian sedang di depan warung. Di sana tidak kena air bah yang datang tiba-tiba. Tadinya di rumah ada dua cucu saya. Tapi keduanya juga selamat,” katanya.


Editor : Himas Puspito Putra