Tragis, 2 Balita Meninggal Tercebur ke Sumur di Pulau Punjung Dharmasraya Sumbar

Antara ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 03:03 WIB
Tragis, 2 Balita Meninggal Tercebur ke Sumur di Pulau Punjung Dharmasraya Sumbar

Ilustrasi balita meninggal. (Foto: Istimewa)

DHARMASRAYA, iNews.id – Kematian tragis dialami dua balita di Nagari (Desa Adat) IV Koto, Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Keduanya tercebur ke sumur dalam rumah dan meninggal pada Selasa (30/7/2019) pukul 15.35 WIB.

Identitas kedua korban meninggal yakni NN (4), warga Jorong Ranah Tibarau dan HF (5) warga Jorong Tanjuang Limau Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung.

Paman korban, Loni Z mengatakan, peristiwa tragis ini berawal saat kedua balita sedang bermain di dalam rumah salah satu korban. Tidak berselang lama, orangtua korban menjerit meminta tolong ketika mengetahui anaknya masuk ke dalam sumur.

"Kedua balita ini sedang bermain di rumah yang ada sumur ditutup dengan papan. Diduga kayu penutup sumur sudah lapuk dan tidak menahan korban saat berdiri hingga keduanya terjatuh ke dalam," katanya di Pulau Punjung, Selasa (30/7/2019).

Mengetahui peristiwa tersebut, orangtua korban dari NN langsung mengevakuasi korban. "Awalnya hanya HF yang diangkat dari dalam sumur. Setelah itu baru diketahui NN juga ikut tercebur," ujarnya.

Dia menambahkan, korban NN merupakan anak ketiga dari pasangan Andi (34) dan Ela (31). Sementara HF (5) anak pertama dari pasangan Yosi (25) dan Riyan (30).

Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang mendapat informasi terkait peristiwa tersebut langsung melayat ke rumah duka.

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya turut berduka atas peristiwa ini. Semoga orangtua dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.

Ayah salah satu korban, Ardi menuturkan, kedua jenaza balita akan dikebumikan Rabu (31/7/2019). Mereka masih menunggu kedatangan pihak keluarga lain yang masih dalam perjalanan menuju Dharmasraya.

"Besok akan dikebumikan karena masih menunggu keluarga dari Jakarta," tuturnya.


Editor : Donald Karouw