Ulama di Pasaman Barat Minta Masyarakat Tak Ikut-ikutan People Power

Antara ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 15:12 WIB
Ulama di Pasaman Barat Minta Masyarakat Tak Ikut-ikutan People Power

Ilustrasi gerakan people power di Jakarta. (Foto: Dok iNews).

PASAMAN BARAT, iNews.id - Ulama di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi setelah Pilpres 2019 kondusif. Publik diminta tidak terbawa isu-isu dan dinamika politik yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Seperti isu people power dan sebagainya. Mari jaga negeri kita ini supaya aman, tentram dan damai," kata ulama Pasaman Barat, Syawal Syuro, di Simpang Empat, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia, dalam pemilu tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Meskipun nanti ada ditemukan kejanggalan atau kecurangan, tempuhlah jalur yang sudah ditentukan.

BACA JUGA: Tokoh Agama di Sukabumi Minta Warga Tak Hiraukan Ajakan People Power

Dalam berdemokrasi, kata dia, ada mekanismenya. Bila tidak puas dengan hasil pemilu, gugatan bisa diajukan lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ikuti saja mekanisme yang ada," ujar dia.

Syawal juga mengajak semua pihak untuk menghormati proses yang ada saat ini. Jangan memunculkan isu yang nantinya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA JUGA: Tokoh Lintas Agama di Kendal Tolak Seruan People Power

"Saat ini rekapitulasi perhitungan suara di KPU pusat sedang berlangsung. Ikuti saja prosesnya dan jika ada kejanggalan maka perlihatkan saat rekapitulasi," katanya.

Dia mengimbau, masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu yang dapat memecah belah bangsa. Masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil resmi pengumuman dari KPU pada 22 Mei nanti.

"Saling klaim kemenangan tentu sah-sah saja dalam Pemilu. Resminya tentu dari KPU. Kita sebagai warga mari jaga persatuan dan kesatuan yang ada. Jangan mudah percaya dengan berita hoaks," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal