Update Gempa Solok Selatan Sumbar, Korban Luka Capai 42 Orang

Budi Sunandar, Antara ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 13:36 WIB
Update Gempa Solok Selatan Sumbar, Korban Luka Capai 42 Orang

Petugas kesehatan saat menangani warga yang mengalami luka di kepala akibat gempa yang terjadi Kamis pagi (28/2/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Pendataan dampak kerusakan maupun korban akibat gempa berkekuatan 5,6 skala richter (SR) yang dimutakhirkan menjadi 5,3 SR di Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terus dilakukan. Hingga Kamis (28/2/2019) siang, jumlah korban luka akibat peristiwa ini mencapai 42 orang.

"Mereka kami rawat di tiga puskesmas dan satu orang sudah dirujuk ke RSUD," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solok Selatan Novirman, Kamis (28/2/2019).

Dia merinci, ke-42 korban luka akibat gempa ini menjalani perawatan di empat puskesmas dan satu di RSUD. Ada sebanyak 35 orang yang menjalani perawatan di Puskesmas Mercu, lalu tiga warga di Puskesmas Abai, dan dua orang di Puskesmas Talunan. Selain itu, ada dua warga dirawat di Puskesmas Bidar Alam, namun seorang di antaranya telah dirujuk ke RSUD.

Dia mengungkapkan, rata-rata korban terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan mengalami luka di bagian atas badan.

"Seperti terluka di kepala. Bahkan ada satu warga yang (kepalanya) harus mendapat 12 jahitan," kata Novirman.


BACA JUGA:

Data Terbaru, 101 Rumah Rusak akibat Gempa 5,6 SR di Solok Selatan

Korban Gempa Bumi di Solok Selatan Paling Banyak di Sungai Kunyit

Gempa 5,6 SR di Solok Selatan Bukan di Pasaman, Ini Penjelasan BMKG


Saat ini, selain menyiagakan petugas puskesmas, Dinkes Solok Selatan juga telah mendirikan tiga posko kesehatan untuk penanganan warga yang menjadi korban gempa bumi. Posko ini berlokasi di Sei Kunyit, Talunan dan Sangir Jujuan.

"Posko ini untuk menangani korban yang luka ringan. Untuk persediaan obat-obatan cukup," ucapnya.

Diketahui, Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya ada 101 rumah rusak. Daerah yang mengalami kerusakan tersebar di empat nagari di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Sangir Batanghari.

Di wilayah Kecamatan Sangir Balai Janggo meliputi 30 rumah rusak sedang di Nagari Talunan Maju. Kemudian satu rumah rusak berat dan 30 rusak sedang serta ringan di Nagari Sungai Kunyit Barat. Lalu empat rumah rusak berat dan enam rusak sedang di Nagari Sungai Kunyit. Sementara di Kecamatan Sangir Batanghari, 30 rumah rusak sedang dan ringan di Nagari Ranah Pantai Cermin.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Solok Selatan masih melakukan pendataan atas berbagai kerusakan akibat gempat itu.  Selain itu, tenda telah didirikan untuk kebutuhan logistik para pengungsi. Dampak gempa tidak besar sehingga diperkirakan kerusakan tidak luas.

Wilayah Solok Selatan diguncang dua kali gempa pada Kamis (28/2/2019). Gempa pertama terjadi pukul 01.55 WIB dengan kekuatan 4,8 SR dan 5,6 SR yang dimutakhirkan menjadi 5,3 SR pukul 06.27 WIB, yang awalnya sempat diberitakan terjadi di Pasaman.


Editor : Donald Karouw