Wapres JK Ajak Mahasiswa di Padang Kembangkan Diri sebagai Pengusaha

Antara ยท Selasa, 03 September 2019 - 15:51 WIB
Wapres JK Ajak Mahasiswa di Padang Kembangkan Diri sebagai Pengusaha

Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Okezone).

PADANG, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla, mengingatkan kepada para mahasiswa di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), untuk mengembangkan kemampuan di bidang kewirausahaan. Inovasi ini dinilai lebih baik dari pada menyimpan keinginan untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Dia mengatakan, kesempatan bekerja di pemerintahan saat ini semakin kecil, khususnya untuk tenaga administrasi karena pemerintah lebih membutuhkan tenaga berkeahlian.

"Ini karena perubahan teknologi dan zaman. Karena itu, yang terbuka dan menjadi harapan ke depan ialah meningkatkan inovasi entrepreneurship," kata Wapres JK saat menghadiri penyerahan Minang Entrepreneurship Award di Universitas Negeri Padang, Selasa (9/3/2019).

Kalla menyebutkan, sedikitnya 70 persen mahasiswa pada 10 sampai 20 tahun lalu ingin bekerja sebagai PNS ketika lulus. Namun berdasarkan data penelitian, jumlah lulusan mahasiswa dan lowongan kerja sebagai PNS sangat berbanding terbalik.

Jumlah lulusan sarjana setiap tahunnya mencapai hampir 900 ribu orang, sementara penerimaan PNS setiap tahun tidak lebih dari 50.000 orang.

"Itu berarti kurang lebih di bawah dua persen yang dapat diterima. Karena itu, harapan yang terbuka ada di dua bidang, profesi dan usaha, itu terbuka 100 persen untuk anda semua," ujar Kalla di hadapan para mahasiswa tersebut.

Selain itu, upaya Pemerintah untuk meminimalkan penerimaan pegawai di bidang administrasi juga membuat kesempatan lulusan baru sarjana harus meningkatkan keahlian diri mereka. Pemerintah saat ini lebih mementingkan penerimaan PNS untuk produktif.

"Kita juga ingin merampingkan birokrasi nasional kita, akan kita perbanyak sektor-sektor produktif, sektor-sektor seperti guru, tenaga kesehatan, peneliti, juga tentu dengan tenaga-tenaga yang ada hubungannya dengan sektor riil tentu kita akan tambah," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal