Waspada Zat Berbahaya, Sekolah Diminta Monitor Jajanan Siswa

Antara ยท Kamis, 07 Februari 2019 - 18:31 WIB
Waspada Zat Berbahaya, Sekolah Diminta Monitor Jajanan Siswa

Ilustrasi jajanan anak sekolah. (Foto: Okezone).

DHARMASRAYA, iNews.id - Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, meminta sekolah berperan aktif dalam mengawasi jajanan yang dijual kepada pelajar di lingkungannya masing-masing.

"Sekolah dalam hal ini, kepala sekolah dan guru harus menyampaikan bahaya mengonsumsi jajanan yang menggunakan pemanis buatan kepada anak-anak," kata dia di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (7/2/2019).

Hal ini disampaikannya pada kegiatan sosialisasi keamanan pangan kepada kepala sekolah dasar se-Dharmasraya. Menurut dia, berdasarkan uji laboratorium Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat sekitar 87,5 persen dari sampel jajanan yang uji positif mengandung residu siklamat.

Dengan mengandung zat tersebut, kata dia, jajanan tersebut sudah melampaui ambang batas kesehatan atau melebihi 350 gram per kilogram. Residu siklamat berasal dari penggunaan pemanis buatan untuk makanan dan minuman yang dijual pedagang.

"Residu siklamat itu bila dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan berbagai penyakit antara lain sakit kepala, diare, sakit perut, alergi, impotensi, kanker, dan penurunan daya ingat," kata dia.

Dia berharap, pihak sekolah segera menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini. Nantinya langsung mengadakan koordinasi bersama wali murid untuk saling mengingatkan terkait keamanan jajanan anak sekolah.

"Kepala sekolah dan guru tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membangun kesadaran anak-anak agar tidak mengonsumsi jajanan yang dapat membahayakan kesehatan," ujar dia.

Sementara Kepala BPOM Dharmasraya, Asrianto mengatakan sosialisasi itu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

"Masyarakat menjadi elemen penting untuk pengawasan sebagai pengguna, sehingga harus berperan aktif dalam pengawasan obat dan makanan," ujar Asrianto.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal