Rebutan Senjata Api, Penjaga Keamanan di Palembang Ditembak Polisi

Firdaus ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 21:06 WIB
Rebutan Senjata Api, Penjaga Keamanan di Palembang Ditembak Polisi

Kapolsek Kemuning AKP Robert Sihombing memeriksa tersangka pemilik senjata api di Mapolsek Kemuning Palembang, Sumsel. (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id – Penjaga keamanan perusahaan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), diringkus Satreskrim Mapolsek Kemuning Palembang karena membawa senjata api dilengkapi sarung beserta 13 butir amunisi, Kamis (12/7/2018). Senjata api rakitan itu sempat meletus ketika tarik-menarik dengan petugas saat tersangka hendak ditangkap.

Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku karena berusaha melawan. Petugas selanjutnya membawa tersangka Johan (46), warga Dusun 5 Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir itu ke Mapolsek Kemuning Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Anggota Satreskrim Polsek Kemuning Palembang tanpa sengaja melihat senjata yang dibawa tersangka saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM). Saat itu, mobil tersangka sedang antre di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, di samping Taman Makam Pahlawan.

Merasa mencurigakan, anggota menghampiri tersangka, lalu mempertanyakan kelengkapan surat-surat mobilnya. Saat itulah petugas berusaha mengambil senjata api tersebut. Karena tersangka menolak, sempat terjadi tarik-menarik antara tersangka dengan polisi. Saat itulah senjata api rakitan tersebut meletus hingga mengenai kakinya sendiri.

Tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan ini mengaku, senjata api itu didapat dari temannya sebagai ganti pelunasan utang. Tersangka Johan juga menjelaskan, dirinya terpaksa mempunyai senjata api karena berprofesi sebagai penjaga keamanan di perusahaan.

“Saya baru lebih kurang empat bulan memegang senjata api ini. Saya dapat dari teman untuk pelunasan utangnya sebesar Rp2 juta. Saya pakai karena pekerjaan saya keamanan di perusahaan. Senjata apinya meletus waktu rebutan tadi, karena tadinya saya nggak tahu mereka petugas,” kata Johan.

Sementara itu, Kapolsek Kemuning Palembang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robert Sihombing menjelaskan, senjata api yang dibawa tersangka meletus satu kali saat akan diamankan petugas. Insiden itu terjadi karena pemilik berusaha melawan untuk mempertahankan senjata miliknya dari petugas. Petugas pun terpaksa melakukan tindakan tegas pada tersangka. 

“Dari keterangan semantara, dia ini mengaku membawa senjata api karena bekerja sebagai keamanan di dua perusahaan dan dia ini punya beberapa anak buah,” kata Robert Sihombing.

Untuk melengkapi berkas-berkas, polisi masih memeriksa tersangka di Mapolsek Kemuning Palembang. Petugas terus mendalami keterkaitan tersangka dengan tindak kriminal.


Editor : Maria Christina