2 Jaksa Kejati Sumsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Menyalahgunakan Wewenang

Bala Putra ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 13:01 WIB
2 Jaksa Kejati Sumsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Menyalahgunakan Wewenang

Anizar (kanan) didampingi pengacaranya Firnanda menunjukkan surat pelaporan dua jaksa Kejati Sumsel ke Mapolda Sumsel dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang, Selasa (2/12/20190). (Foto: iNews/Bala Putra).

PALEMBANG, iNews.id – Dua oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang. Laporan itu dilayangkan Anizar (37) yang didampingi pengacara Firnanda.

Anizar melaporkan dua oknum jaksa Kejati Sumsel yaitu RP dan NK yang merasa dirugikan karena ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pakjo Palembang sebelum keputusan inkrah.

“Saya sebagai warga negara Indonesia merasa dirugikan dengan tindakan dua oknum jaksa yang sengaja menitipkan saya ke LP Pakjo tanpa surat penangkapan dan surat penahanan serta tanpa berita acara penangkapan dan berita acara penahanan,” ucap Anizar saat ditemui di kediaman pengacaranya, Selasa (3/12/2019).

 

BACA JUGA: Jaksa ES Ditangkap KPK, Begini Tanggapan Kejati DIY 

 

Anizar mengatakan penahanan terhadap dirinya itu dilakukan sebelum ada keputusan inkrah. Setelah itu dia mengaku dikeluarkan dari LP Pakjo usai putusan inkrah. Dia merasa dirugikan karena ditahan selama delapan bulan, padahal vonis yang dijatuhkan kepadanya hanya empat bulan kurungan.

Sementara itu Firnanda menjelaskan kliennya melayangkan laporan tersebut dengan maksud menegakkan aturan mengenai penahanan dan penangkapan tersangka. Dia berharap kasus serupa tak terulang lagi di kemudian hari.

“Klien saya merasa dirugikan karena harus menjalani hukuman yang tidak sesuai vonis. Kami berharap kasus ini segera tuntas dan tidak dialami oleh masyarakat lainnya,” ujar Firnanda.

 

BACA JUGA: OTT Jaksa, KPK Segel Laci dan Awasi 2 Ruangan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta

 

Firnanda menceritakan bahwa pihak terlapor sebelumnya pernah dilaporkan ke Kapolda Sumsel dengan tuduhan melanggar pasal 333 KUHP yaitu melanggar hak kebebasan. Namun kasus itu dihentikan oleh kepolisian dengan alasan bukan tindak pidana dan harus menempuh jalur hukum lain.

Sebelumnya Brigpol Anizar yang bertugas di Polres Lahat, Sumsel divonis empat bulan penjara karena terbukti melakukan kekerasan rumah tangga terhadap istrinya. Anizar kemudian balik melaporkan jaksa Kejati Sumsel berinisial RP dan NK karena merasa ditahan tidak sesuai aturan. Saat vonis Anizar mengaku sudah ditahan selama delapan bulan.


Editor : Rizal Bomantama