2 Pendaki asal Jambi Ditemukan Tewas di Gunung Dempo, Evakuasi Berjalan Dramatis

Yuddy Faifman ยท Senin, 04 November 2019 - 11:14 WIB
2 Pendaki asal Jambi Ditemukan Tewas di Gunung Dempo, Evakuasi Berjalan Dramatis

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah salah satu pendaki asal Jambi dari Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumsel, Minggu (3/11/2019). (Foto: iNews/Yuddy Faifman)

PAGARALAM, iNews.id – Dua pendaki asal Provinsi Jambi yang hilang di Gunung Api Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), ditemukan tewas di lereng kawah dengan kedalaman 500 meter. Proses evakuasi berjalan dramatis karena kondisi medan yang sulit dan curam.

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Wanadri, serta relawan pencinta alam Kota Pagaralam dan Provinsi Jambi, sejak Minggu (3/11/2019).

Diketahui, sebelumnya kedua pendaki masing-masing bernama Fikri dan Jumadi, serta seorang pendalki lainnya, warga Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dikabarkan hilang pada tanggal 15 Oktober lalu oleh pihak keluarga.

“Satu pendaki posisinya ditemukan di lereng gunung dan satu lagi berjarak kurang lebih 15 meter dari pendaki yang pertama kali ditemukan,” kata Kepala Pos Basarnas Kota Pagaralam, Alparis.

 

BACA JUGA:

2 Pendaki asal Bungo Hilang Kontak sejak 15 Oktober di Gunung Dempo

Tagana Dirikan Dapur Umum untuk Dukung Pencarian Pendaki Gunung Dempo yang Hilang

 

Tim SAR gabungan kesulitan mengevakuasi korban dari lereng kawah akibat kondisi medan yang curam dan terjal. Untuk menuju bibir kawah, evakuasi korban dari puncak Gunung Dempo dilakukan dengan cara estafet.

Alparis mengatakan, tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi satu orang pendaki, Minggu malam. Sementara satu korban lain yang juga ditemukan tidak berjauhan belum bisa dievakuasi karena cuaca dan akan dilanjutkan besok.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah salah satu pendaki asal Jambi dari Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumsel, Minggu (3/11/2019). (Foto: iNews/Yuddy Faifman)

 

Korban ditandu secara bergantian melalui medan jalan yang sulit. Evakuasi ini memakan waktu hampir 10 jam perjalanan menuju ke titik awal pendakian di Tugu Rimau.

“Alhamdulillah, pada hari pencarian ke-13 ini, satu pendaki sudah berhasil kami evakuasi dari lereng gunung ke bawah. Satu lagi masih di lereng gunung.”

“Tadi anggota yang di lapangan, tim SAR gabungan sudah berusaha mengevakuasi. Tapi, karena cuaca terkendala, kondisi pada malam hari, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi. Kemungkinan besok pagi kami lanjutkan evakuasi,” kata Alparis.

Setelah berhasil dievakuasi di lokasi Tugu Rimau yang merupakan titik awal pendakian, jenazah salah satu korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagaralam.


Editor : Maria Christina