Perkosa Siswi Kelas 4 SD, Pria di Kabupaten OKU Ditangkap Polisi

Antara ยท Selasa, 07 Agustus 2018 - 22:45 WIB
Perkosa Siswi Kelas 4 SD, Pria di Kabupaten OKU Ditangkap Polisi

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

OGAN KOMERING ULU, iNews.id – Jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap pelaku pemerkosaan siswi kelas empat Sekolah Dasar (SD). Pelaku bernama Caswan (42) warga Desa Lekis Rejo, Kecamatan Lubuk Raja.

"Pemerkosaan tersebut dilakukan pelaku di rumah korban di Desa Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja pada Rabu, 7 Februari 2018," kata Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Alex Andrian, Selasa (7/8/2018).

Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat korban tinggal sendiri di rumahnya. Kedua orang tua korban saat itu pergi ke kebun yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). "Sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku mendatangi korban di rumahnya dan langsung mencium serta membuka seluruh pakaian korban," ujarnya.

Menurutnya, pelaku yang sudah kerasukan setan langsung menyetubuhi korban sebanyak dua kali. "Setelah puas, pelaku mengancam akan membunuh korban dan orang tuanya apabila melaporkan ulah bejatnya itu," kata dia.

Mendengar ancaman tersebut, korban yang masih lugu ketakutan dan merahasiakan aib yang telah dialaminya tersebut selama berbulan-bulan. Melihat perubahan sikap buah hatinya yang cenderung jadi pemurung, orang tua korban curiga dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi kepadanya.

"Ibu korban ini sangat kaget saat mendengar pengakuan polos anaknya bahwa ia telah menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan tersangka," ujar Alex.

Tak terima atas ulah biadab itu, ibu ditemani keluarganya langsung melaporkan tersangka ke SPKT Mapolres OKU. Laporan ibu korban tertuang dalam LP No: LP-B / 139/ VIII/2018/RES OKU tentang tindak pidana menyetubuhi dan mencabuli anak di bawah umur.

"Kami langsung memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya pelaku langsung diringkus di rumahnya tanpa melakukan perlawanan," ujarnya.

Dia menegaskan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman tujuh tahun penjara,” kata dia.


Editor : Muhammad Saiful Hadi