Selundupkan Sabu 17 Kg, 2 Pengedar Narkoba di Palembang Ditembak Mati

Mohammad David ยท Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:43 WIB
Selundupkan Sabu 17 Kg, 2 Pengedar Narkoba di Palembang Ditembak Mati

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman dan jajaran saat gelar perkara pengungkapan kasus sabu 17 kg di Palembang. (Foto: iNews/M David)

PALEMBANG, iNews.id – Kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 17 kilogram dibongkar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi menangkap lima pengedar dalam operasi senyap tersebut. Namun dua di antaranya melawan hingga akhirnya tewas diterjang timah panas petugas.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman mengatakan, penggagalan upaya penyelundupan sabu siap edar itu berdasarkan hasil informasi masyarakat. Informasi itu ditindaklanjuti dan dilakukan serangkaian penyelidikan oleh anggotanya.

Hasil pengembangan memastikan adanya barang haram yang coba masuk wilayah Palembang. Petugas kemudian mengintai para tersangka dan menangkap mereka saat melintas di Jalan Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Narkoba jenis sabu itu disimpan dalam bungkusan teh China.

“Ada 17 bungkusan yang kami amankan. Tiap bungkusannya seberat satu kilogram, jadi totalnya ada 17 kg,” kata Turman saat jumpa pers di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel, Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan, saat penyeragapan dua pelaku berinisial GI (24) yang diketahui warga Desa Tanah Abang, Kabupaten Pali, Sumsel dan ER (38) warga Dusun Bukit Tua Tualang, Sumatera Utara (Sumut), terpaksa ditembak mati petugas lantaran coba melawan. Sementara identitas tiga pelaku lainnya yakni HI (21) warga Pali, SU (38) warga Medan, dan MI (23) warga Sumsel.

“Tersangkanya ada lima orang. Dua sudah meninggal dunia dan tiga sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Turman menjelaskan, para pelaku kejahatan narkoba ini sudah menjadi incaran BNNP Sumsel sejak lama. Mereka diduga kerap memasok narkoba dengan jumlah besar ke wilayah Sumsel. Barang haram itu mereka bawa dari Medan, Sumut.

Ketiga pelaku kini mendekam di sel BNNP Sumsel. Mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.


Editor : Donald Karouw