Viral Kereta LRT di Palembang Mogok, Ini Pernyataan Kemenhub

Antara ยท Senin, 13 Agustus 2018 - 10:20 WIB
Viral Kereta LRT di Palembang Mogok, Ini Pernyataan Kemenhub

Pengguna LRT di Palembang yang berjalan kaki di walk way setelah kereta yang mereka tumpangi mogok di tengah jalan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Jagat maya viral dengan foto-foto dan video pendek ratusan penumpang kereta light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), berjalan kaki di walk way rolling stocks LRT. Mereka terpaksa berjalan setelah kereta berhenti mendadak atau mogok di tengah perjalanan tanpa ada kejelasan, Minggu (12/8/2018).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung bereaksi dan angkat bicara menyusul serangkaian kejadian mogoknya LRT tersebut. Pemerintah memastikan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional LRT di Sumsel.

"Pemerintah kembali menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pengguna LRT Sumatera Selatan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat pengoperasian LRT Sumsel,” kata Direktur Jenderal Perkeretapian Kemenhub Zulfikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/8/2018).


Dia mengatakan, beberapa permasalahan terjadi berulang kali pada pengoperasian LRT Sumsel. Evaluasi ini nantinya diharapkan dapat memberikan solusi terhadap perbaikan kinerja operasional LRT secara keseluruhan, yang berdampak pada peningkatan performa kinerja operasional LRT Sumsel.

"Terutama dalam rangka mendukung perhelatan akbar Asian Games ke-18 yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Kota Palembang," ujarnya.

Menurut Zulkifli, saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengadakan penyelidikan secara mendalam terkait kejadian tersebut. LRT Sumsel yang mogok itu berangkat dari stasiun DJKA menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, kemudian berhenti secara mendadak di antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

Dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi dengan sarana LRT berikutnya, SDM Perkeretaapian yang bertugas mengevakuasi penumpang dengan berjalan melalui jalur di samping rel atau "walkway" menuju Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta, sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut.

Hasil penyelidikan awal ditemukan indikasi terjadi arus pendek atau "shortcircuit" pada sistem kelistrikan sarana LRT Sumsel. Saat kejadian tersebut, sistem kelistrikan antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta dimatikan, sehingga operasional LRT Sumsel berhenti.

Zulfikri berharap agar masyarakat bersabar dan tetap memberikan dukungan untuk LRT Sumsel yang merupakan hasil karya putra-putri terbaik Indonesia, sehingga LRT ini tetap menjadi kebanggaan bersama.


Editor : Donald Karouw