Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemprov Sumsel Akan Bangun 277 Sumur Bor

Antara ยท Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:34 WIB
Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemprov Sumsel Akan Bangun 277 Sumur Bor

Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Okezone)

PALEMBANG, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) akan membuat ratusan sumur bor pada 2018 guna mencegah kebakaran hutan di wilayah tersebut. Ratusan sumur bor itu tersebar di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Edward Chandra mengatakan, rencananya pemerintah provinsi akan membuat 277 titik sumur bor. "Pembuatan sumur bor ini merupakan bagian dari kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sumur bor ini bisa dipakai untuk pembasahan lahan, dan sekaligus support kebutuhan air bagi tim operasi darat," kata dia di Palembang, Rabu (15/8/2018).

Dia mengatakan, jenis sumur bor yang akan dibuat ini tergolong sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar, karena pemerintah juga melibatkan masyarakat atau kelompok tani. Sementara untuk biaya pembuatannya akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Selain membuat ratusan sumur bor, cara lain untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah pembuatan sekat kanal. Pemerintah juga berencana membuat 604 sekat kanal."Untuk di Sumsel sumur bor dan sekat kanal baru dilaksanakan tahun ini melalui mekanisme tugas pembantuan, nanti hasilnya akan didata dan dipetakan," ucap Edward.

Sementara itu, Staf Teknis Badan Restorasi Gambut (BRG) Kedeputian Kontruksi Operasi dan Pemeliharaan, Sugianto menambahkan, pihaknya telah menyosialisasikan bagaimana cara pembuatan sekat kanal maupun sumur bor ke masyarakat. Daya jangkau sumur bor, bergantung pada kekuatan pompa yang digunakan dan pada prinsipnya sumur bor menyedot air di bawah permukaan tanah.

"Pembuatan sumur bor bisa dikatakan tidak begitu sulit karena proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan sumur bor untuk konsumsi pemukiman. Nah, yang menjadi konsentrasi kami adalah soal sekat kanal yang mana belum banyak masyarakat belum ketahui," ujar Sugianto.

Provinsi Sumsel merupakan daerah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan karena memiliki luas lahan gambut 1,4 juta hektare. Sarana dan prasarana antisipasi kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan pascakejadian hebat tahun 2015 yang membakar sekitar 700.000 hektare.


Editor : Himas Puspito Putra